Anggota DPR AS Desak Rubio Bantu Visa Ibu Kiper Cape Verde yang Menangis Usai Tahan Imbang Spanyol

Penulis: Kemal Batubara  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 00:46:01 WIB
Kiper Cape Verde, Vozinha, menangis usai laga imbang melawan Spanyol karena ibunya tidak bisa hadir akibat masalah visa.

MALUKU UTARA — Josimar Dias, atau yang akrab disapa Vozinha, menjadi pahlawan bagi Cape Verde setelah tampil gemilang di bawah mistar gawang. Ia sukses membuat lini depan Spanyol frustrasi dan memaksa laga Grup H berakhir imbang 0-0 di Miami. Namun, euforia itu langsung berubah menjadi kesedihan mendalam saat ia mengingat satu orang yang tak ada di tribun.

Selebrasi Berubah Tangis, Bukan Karena Gol Lawan

Selepas peluit panjang berbunyi, kamera menyorot Vozinha yang menangis di tengah lapangan. Banyak yang mengira itu adalah luapan emosi karena hasil heroik, tapi ternyata alasannya jauh lebih personal.

"Ibu Saya tidak bisa datang ke sini karena masalah visa. Uang untuk membayar visa tak bisa kami kumpulkan tepat waktu, dan saya ingin dia ada di sini," ungkap Vozinha kepada media usai pertandingan. Pengakuan ini sontak menjadi viral dan menuai simpati luas, termasuk dari kalangan politik Amerika Serikat.

Jeffries: "Tak Ada Ibu yang Harus Melewatkan Sejarah Anaknya"

Hakeem Jeffries, pimpinan Partai Demokrat di DPR AS, langsung merespons kisah Ana Candida Evora, ibunda Vozinha. Ia menuliskan permintaan resmi melalui media sosial kepada Menlu Marco Rubio.

"Tidak ada seorang ibu yang harus melewatkan kesempatan menyaksikan anaknya membuat sejarah. Saya telah meminta Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk melakukan segala daya upaya untuk memastikan bahwa dia dapat menghadiri pertandingan berikutnya pada hari Minggu," tegas Jeffries.

Tekanan politik ini datang di saat yang krusial. Cape Verde akan menghadapi Uruguay pada laga kedua Grup H di Stadion Miami, Minggu (21/6). Kehadiran sang ibu di tribun bisa menjadi suntikan moral tambahan bagi kiper yang sedang dalam performa terbaiknya.

Tak Ada Catatan Pengajuan Visa, Washington Berjanji Bantu

Menanggapi desakan tersebut, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS memberikan klarifikasi. Pihaknya mengatakan tidak ada catatan bahwa Evora pernah mengajukan permohonan visa ke kedutaan. Meski begitu, Washington memastikan akan aktif membantu proses layanan visa keluarga pemain.

"Saya ingin dia berada di sini," ujar pejabat tersebut, menandakan adanya niat baik untuk menyelesaikan hambatan birokrasi ini. Pertanyaannya sekarang, apakah proses visa kilat bisa dirampungkan sebelum laga melawan Uruguay akhir pekan nanti?

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top