HALMAHERA TENGAH — Sebanyak 50 ton BBM subsidi yang terdiri dari 25 ton Pertalite dan 25 ton solar disiapkan Pemkab Halmahera Tengah untuk kendaraan angkutan umum. Program ini menyasar anggota Organda setempat agar distribusi BBM tepat sasaran dan mobilitas warga tetap lancar.
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Esda) Setda Halmahera Tengah, Turmudzi Ismail, menyebutkan penyaluran dilakukan melalui dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang telah ditunjuk. “PT Potons Inti Jaya akan menyediakan Pertalite dan solar masing-masing 10 ton. Sedangkan SPBU Weda Karya Utama menyiapkan Pertalite 15 ton dan solar 15 ton,” ujarnya.
Seluruh kendaraan Organda diwajibkan melengkapi dokumen administrasi kendaraan sebagai syarat utama mendapatkan BBM subsidi. Sistem penyaluran akan menggunakan mekanisme digital melalui aplikasi MyPertamina.
“Kami sudah menyampaikan kepada Organda agar menyiapkan seluruh dokumen kendaraan. Ini merupakan syarat utama untuk mendapatkan BBM subsidi,” kata Turmudzi. Hingga kini, sekitar 300 kendaraan telah menyerahkan berkas administrasi untuk diverifikasi.
Setiap kendaraan yang lolos verifikasi akan mendapatkan barcode sebagai tanda resmi penerima BBM subsidi. “Tanpa itu, kendaraan tidak dapat mengakses BBM subsidi yang telah disiapkan,” tegasnya.
Setelah pendataan kendaraan rampung, Pemkab Halmahera Tengah akan menggelar rapat koordinasi bersama Komisi II DPRD Halmahera Tengah dan pihak Pertamina. Pembahasan mencakup regulasi, teknis penyaluran, serta pola pengawasan agar distribusi BBM subsidi berjalan tertib.
“Saat ini kami masih menunggu pihak Organda menyelesaikan pengumpulan dokumen kendaraan. Setelah itu akan dilakukan pembahasan lebih lanjut bersama DPRD dan Pertamina,” pungkas Turmudzi. Program ini diharapkan mampu menjaga kestabilan harga dan ketersediaan BBM bagi angkutan umum di Halmahera Tengah.