Gemini di Android Auto Masih Bertele-tele, Google Assistant Ternyata Lebih Efisien di Jalan

Penulis: Indra Firmansyah  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 23:50:01 WIB
Gemini di Android Auto masih sering memberikan respon bertele-tele saat digunakan di jalan.

Google perlahan mengganti Google Assistant dengan Gemini sebagai asisten default di perangkat Android, termasuk di Android Auto. Di atas kertas, langkah ini masuk akal. Model bahasa besar (LLM) milik Google itu bisa memproses perintah yang lebih kompleks dan memberikan konteks tambahan. Namun dalam praktiknya, di dalam mobil, kecerdasan itu justru menjadi masalah.

Masalah utamanya: Gemini tidak tahu kapan harus berhenti bicara. Saat pengguna meminta petunjuk arah, asisten ini kerap memberikan penjelasan bertele-tele yang tidak perlu. “Seperti penumpang yang tidak bisa diam,” tulis penguji dalam laporannya. Berbeda dengan Google Assistant yang langsung memberikan opsi singkat, Gemini malah membeberkan alasan di balik rekomendasinya.

Perintah Sederhana Sering Tak Dijalankan, Baterai Hampir Habis

Lebih mengkhawatirkan, Gemini gagal mengeksekusi perintah dalam diam. Pengguna melaporkan meminta pergantian playlist atau rute baru, asisten menjawab “OK,” tapi tidak ada yang terjadi. Perintah harus diulang sekali lagi agar berhasil.

Insiden paling kritis terjadi saat perjalanan pulang dari Kent menuju utara Inggris. Mobil listrik yang dikendarai hanya memiliki sisa daya untuk menempuh 112 mil, sementara jarak ke stasiun pengisian berikutnya masih jauh. Pengguna meminta Gemini mencari pengisi daya umum terdekat. Asisten gagal memberikan hasil yang akurat. Mobil nyaris kehabisan daya di jalan tol M25 dan hanya selamat sampai di SPKLU dengan sisa jarak tempuh kurang dari satu mil.

“Ini pertama kalinya saya mengalami range anxiety,” ujar penguji, seraya menambahkan bahwa ia sebelumnya pernah berhasil menggunakan Gemini untuk mencari pengisi daya lokal tanpa masalah.

Keamanan Berlebihan: Ponsel Harus Dibuka untuk Kontak

Untuk mengakses fungsi tertentu seperti buku telepon atau aplikasi spesifik, Gemini meminta ponsel dalam keadaan terbuka. Ini jelas merepotkan saat sedang menyetir. Meskipun langkah keamanan ini bisa dimaklumi, pengguna berharap asisten bikinan Google sendiri bisa lebih leluasa mengakses sistem operasi buatan Google juga.

Beberapa pengaturan di aplikasi Google pada Android memungkinkan pengguna meredam panjangnya jawaban Gemini. Opsi untuk kembali ke Google Assistant juga tersedia di menu yang sama.

Lebih Baik dari Google Assistant, Tapi Belum Siap Jalan

Meskipun penuh kritik, penguji mengakui bahwa Gemini secara fundamental lebih canggih. “Ini jauh lebih baik daripada Google Assistant,” tulisnya. Potensi asisten AI untuk memberikan rekomendasi kontekstual — seperti tempat makan di sepanjang rute atau informasi cuaca — sangat besar. Namun untuk penggunaan di jalan raya, yang dibutuhkan adalah kecepatan, ketepatan, dan keheningan saat tidak diminta bicara.

Google masih memiliki pekerjaan rumah besar. Integrasi Gemini di Android Auto membutuhkan pembaruan yang secara spesifik menargetkan pengalaman berkendara — mengurangi verbositas, meningkatkan keandalan eksekusi perintah, dan menurunkan hambatan akses ke fungsi dasar. Sampai itu terjadi, pengemudi Indonesia mungkin lebih baik bertahan dengan Google Assistant yang lebih to the point.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: xda-developers.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top