Presiden Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat di Bali, Tegaskan Target Utama untuk Warga Paling Miskin

Penulis: Indra Firmansyah  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 20:21:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan sebagai bagian dari program pendidikan untuk warga miskin.

MALUKU UTARA — Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Dalam kunjungan itu, ia menegaskan bahwa keberadaan sekolah tersebut merupakan instrumen utama untuk menaikkan taraf hidup masyarakat paling miskin.

"Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah, mereka yang paling kurang berdaya," ujar Prabowo dalam pernyataan yang dikutip dari siaran pers resmi.

Sasaran Program: Warga di Garis Kemiskinan Ekstrem

Presiden menyebut pembangunan nasional bertujuan membuat seluruh rakyat Indonesia hidup layak. Namun, ia mengakui upaya itu bukan pekerjaan mudah. Pendidikan menjadi fondasi utama yang harus diperkuat terlebih dulu.

"Usaha untuk membuat rakyat hidup baik dan hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang, salah satunya pendidikan," kata Prabowo.

Menurut data internal pemerintah, kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan bagi warga tidak mampu masih sangat besar. Hal ini mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Pelatihan Profesi Strategis Jadi Prioritas

Prabowo menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya melalui pendidikan formal. Pemerintah juga menyiapkan program pelatihan untuk profesi strategis seperti petani, guru, dan tenaga kesehatan.

"Pendidikan dan pelatihan untuk petani, guru, perawat, semua bidang harus kita tingkatkan. Ini usaha besar dan membutuhkan biaya," tegasnya.

Presiden menekankan, pengelolaan keuangan negara yang disiplin menjadi syarat mutlak. Perlindungan terhadap kekayaan nasional harus dijaga agar bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

"Karena itu pemerintah dan para pemimpin harus bekerja keras. Uang harus dihemat, harus dijaga. Kekayaan negara juga harus dijaga," ujarnya.

Optimisme di Tengah Kebutuhan yang Masih Besar

Meski optimistis dengan perkembangan program Sekolah Rakyat, Prabowo mengakui pekerjaan rumah masih menumpuk. Ia menilai Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah yang harus dikelola secara bijak.

"Negara kita sebetulnya sangat kaya, sumber daya alamnya sangat banyak. Tinggal bagaimana kita pandai mengelola dan menjaganya," kata Presiden.

"Saya gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat, tetapi pekerjaan kita masih sangat besar karena yang membutuhkan sekolah ini masih sangat banyak," pungkasnya.

Kunjungan ke Tabanan menjadi agenda pertama Presiden dalam rangkaian inspeksi program prioritas nasional di sektor pendidikan. Pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di 20 provinsi pada akhir tahun anggaran 2026.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top