HALTIM — Persoalan akses dan dampak jalan hauling di Kecamatan Wasile, Halmahera Timur, kembali memanas. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB JAYA Halmahera Timur, Anhar Robo, menyatakan pihaknya akan mengawal tuntutan warga hingga tuntas, didampingi langsung oleh Wakil Bupati setempat.
Anhar menegaskan bahwa masyarakat bukanlah penghambat investasi. Namun, ia memperingatkan PT Alam Raya Abadi agar tidak menempatkan kepentingan operasional di atas hak-hak dasar warga yang terdampak.
“Jangan jadikan rakyat sebagai korban di tanahnya sendiri. Presiden Republik Indonesia berpihak kepada masyarakat kecil, sehingga tidak boleh ada diskriminasi terhadap warga yang sedang menuntut haknya,” tegas Anhar Robo dalam pernyataan yang diterima media, Senin lalu.
Menurutnya, selama ini warga Wasile sudah terlalu lama menanggung dampak dari aktivitas perusahaan, mulai dari kerusakan infrastruktur jalan hingga gangguan lingkungan. Sementara itu, hak-hak kompensasi dan perbaikan yang dijanjikan dinilai belum direalisasikan secara maksimal.
Anhar menekankan bahwa pihaknya tidak anti-investasi. Namun, setiap perusahaan yang beroperasi di daerah wajib menghormati masyarakat setempat.
“Kami menerima investasi, tetapi perusahaan wajib menghormati masyarakat. Jangan hanya ambil hasil daerah, sementara rakyat terus menanggung dampak dan diperlakukan seolah tidak punya hak,” ujarnya.
Ia mendesak PT Alam Raya Abadi untuk segera menyelesaikan persoalan jalan hauling yang menjadi sumber utama keluhan warga. Jika tidak, Anhar mengancam akan memperluas gerakan pengawalan hingga ke tingkat provinsi dan pusat.
DPC GRIB JAYA Halmahera Timur memastikan akan terus berdiri di belakang masyarakat hingga seluruh tuntutan diselesaikan secara adil dan transparan. Langkah ini juga mendapat dukungan langsung dari Wakil Bupati Halmahera Timur yang turun langsung memantau perkembangan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen PT Alam Raya Abadi terkait desakan tersebut. Warga berharap perusahaan tidak menunda-nunda penyelesaian agar situasi tidak semakin meluas.