BAIC T1 Resmi Dijual di Indonesia, Nama Sama dengan Jetour T1: Ini Penjelasan COO Soal Naming Right

Penulis: Indra Firmansyah  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:42:01 WIB
BAIC T1 resmi diluncurkan di Indonesia dengan nama yang sama dengan Jetour T1, memunculkan pertanyaan di kalangan calon pembeli.

MALUKU UTARA — Mobil listrik perdana BAIC di Indonesia memakai nama T1, padahal Jetour T1 sudah lebih dulu beredar di pasar otomotif nasional sejak tahun lalu. Situasi ini memunculkan pertanyaan di kalangan calon pembeli: apakah ada masalah hukum atau sekadar kebetulan pasar?

BAIC T1 sejatinya bernama Arcfox T1 di negara asalnya, China. Crossover bergaya SUV ini pertama kali meluncur di Negeri Tirai Bambu pada September 2025 dan mendapat penyegaran minor beberapa bulan kemudian. Sementara itu, Jetour T1 sudah meluncur lebih awal, tepatnya Oktober 2024, dan keduanya sama-sama dipasarkan di Indonesia mulai tahun ini.

Penjelasan COO BAIC Soal Nama T1

Dhany Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia, menegaskan tidak ada persoalan dengan penamaan tersebut. Menurutnya, hak kekayaan intelektual yang dipatenkan pabrikan adalah brand, bukan model atau nomenklatur angka.

"Nggak ada (masalah). Jadi mungkin ini juga kemarin saya sampaikan. Ini semacam bukan edukasi ya, tapi kita lihat sebagai common sense, koreksi kalau saya salah," ujar Dhany Yahya saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Selasa malam (18/8).

"Jadi kita lihat bahwa yang diberikan right itu brand-nya, tapi kalau model sebutannya kan nomenklatur, mobil menggunakan angka. Kalau itu dipatenkan, nggak akan bisa," tambahnya.

Dhany lalu memberi contoh sederhana: banyak pabrikan global yang memakai kombinasi huruf dan angka untuk produknya, seperti BMW dan Audi. Menurutnya, kombinasi semacam itu tidak mungkin dipatenkan satu merek saja.

Spesifikasi dan Harga BAIC T1 di Indonesia

BAIC T1 sudah meluncur di GIIAS 2026 dengan banderol Rp 370 jutaan on the road Jakarta. Di kelas harga tersebut, crossover listrik ini bersaing dengan mobil listrik China lain yang sama-sama mengincar segmen entry-level.

Dari sisi dapur pacu, BAIC T1 dibekali motor listrik bertenaga 70 kW (93,8 HP) dengan torsi 176 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan dan cukup untuk penggunaan harian di perkotaan.

Baterainya memakai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 42,3 kWh. Pabrikan mengklaim jarak tempuh mencapai 425 km (CLTC) dalam sekali pengisian daya. Untuk pengisian, mobil ini mendukung DC Fast Charging dengan kemampuan mengisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Meski klaim jarak tempuh terlihat menjanjikan, perlu diingat bahwa angka 425 km menggunakan standar CLTC yang cenderung optimistis. Dalam kondisi real-world di Indonesia—dengan lalu lintas padat dan penggunaan AC—angka tersebut kemungkinan besar tidak akan tercapai.

Selain itu, harga Rp 370 jutaan menempatkan BAIC T1 di segmen yang cukup ramai. Calon pembeli sebaiknya membandingkan dengan kompetitor sekelas yang sudah lebih dulu membangun jaringan servis dan ketersediaan suku cadang di Indonesia.

Soal nama yang sama dengan Jetour T1, penjelasan COO BAIC memang masuk akal secara hukum. Namun bagi konsumen, hal ini bisa membingungkan saat mencari informasi atau suku cadang di kemudian hari. Pastikan Anda menyebutkan merek lengkapnya—BAIC T1 atau Jetour T1—saat bertanya di bengkel atau komunitas.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top