MALUKU UTARA — Kebutuhan listrik yang stabil merupakan nyawa bagi sebuah pusat data. Menyadari hal tersebut, NeutraDC bergerak cepat mengamankan pasokan energi sebelum menambah kapasitas server di Cikarang, Jawa Barat. Kolaborasi ini dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama NeutraDC Group Rakhmad Tunggal Afifuddin dengan General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Barat Muhammad Joharifin di Bandung, Selasa (11/8). Kesepakatan ini juga disaksikan langsung oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy. Mengapa Kesiapan Listrik Menjadi Kunci Ekspansi?
Bagi NeutraDC, perluasan ini bukan sekadar menambah bangunan fisik. Perusahaan menegaskan bahwa pertumbuhan kapasitas harus diimbangi dengan infrastruktur energi yang andal, mudah diskalakan, dan tahan terhadap gangguan. Rakhmad Tunggal Afifuddin menyebut bahwa kesiapan energi adalah fondasi utama dalam strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat infrastruktur digital nasional.
“Bagi kami di NeutraDC, ekspansi ini bukan sekadar menambah kapasitas data center. Kami sedang mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan Indonesia untuk tumbuh di era AI. Karena itu, kesiapan energi menjadi bagian yang sangat penting dari strategi ekspansi kami,” ujar Rakhmad dalam keterangan resminya.
Kebutuhan ini muncul seiring melonjaknya pemanfaatan AI, cloud computing, dan berbagai layanan berbasis data. Kondisi tersebut menuntut pusat data tidak hanya berkapasitas besar, tetapi juga mampu menyediakan layanan andal yang skalanya bisa ditingkatkan mengikuti pertumbuhan pelanggan. Sinergi BUMN untuk Percepatan Infrastruktur Digital
Rakhmad menekankan bahwa transformasi digital tidak bisa berjalan sendirian. Perluasan pusat data membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari konektivitas, teknologi, hingga ekosistem industri. Kemitraan dengan PLN menjadi bukti bahwa sinergi antar-BUMN mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.
“Digital transformation tidak bisa berdiri sendiri. Ketika kami memperluas kapasitas data center, kami juga perlu memastikan seluruh ekosistem pendukungnya siap. Kolaborasi dengan PLN menjadi bagian dari langkah kami untuk memastikan ekspansi ini dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain menyiapkan infrastruktur fisik, NeutraDC juga menggenjot tiga layanan utama untuk menunjang kebutuhan pelanggan. Portofolio tersebut mencakup Neutra Colocation (layanan sewa ruang server), Neutra Compute (komputasi untuk kebutuhan AI), dan Neutra Connect (konektivitas digital).
Layanan ini meliputi colocation, GPU dan AI compute, interkoneksi data center, cross-connect, hingga layanan internet. Dengan portofolio lengkap ini, NeutraDC menjalankan peran sebagai penyedia ekosistem digital yang siap melayani kebutuhan perusahaan, cloud provider, hingga pemain teknologi global. Dampak bagi Ekonomi Digital Indonesia
Ekspansi kapasitas hingga 200 MW ini diharapkan memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi digital dalam negeri. Bertambahnya kapasitas infrastruktur akan membuka ruang lebih luas bagi lebih banyak perusahaan teknologi dan penyedia layanan AI untuk meningkatkan kapasitas komputasi mereka di Indonesia.
Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam ekosistem AI dan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Dengan kepastian pasokan listrik dari PLN, NeutraDC optimistis dapat menarik lebih banyak investasi dan menjadikan Cikarang sebagai salah satu hub data center terbesar di Tanah Air.
“Kami percaya bahwa masa depan ekonomi digital Indonesia dibangun melalui kolaborasi. NeutraDC membawa kapasitas dan infrastruktur digital, PLN memastikan kesiapan energi, dan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia memperkuat kemampuan kita untuk menciptakan nilai yang lebih besar,” tutup Rakhmad.