TERNATE — Manajemen PT Aksar Saputra Lestari (PT Aksar Saputra Line) merilis daftar harga tiket dan tarif kamar terbaru untuk pelayaran menggunakan KM Aksar Saputra 09. Informasi itu ditujukan bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan laut antardaerah.
KM Aksar Saputra 09 menyinggahi Pelabuhan Daruba (Pulau Morotai), Dama (Halmahera Utara), Ternate, Jailolo (Halmahera Barat), dan Manado (Sulawesi Utara). Rute tersebut menghubungkan wilayah kepulauan Maluku Utara dengan ibu kota Provinsi Sulawesi Utara.
Harga Tiket Penumpang per Rute
Tarif tiket reguler dibedakan berdasarkan jarak dan tujuan pelabuhan singgah. Rute terpendek Daruba–Dama dipatok Rp 115.000, sedangkan rute terjauh Daruba–Manado Rp 500.000.
- Daruba – Dama: Rp 115.000
- Daruba – Ternate: Rp 220.000
- Daruba – Jailolo: Rp 295.000
- Daruba – Manado: Rp 500.000
- Ternate – Jailolo: Rp 50.000
- Ternate – Manado: Rp 350.000
Tarif Kamar: dari Rp 100.000 hingga Rp 700.000
Penumpang yang ingin fasilitas kamar harus menyiapkan biaya tambahan. Selisih tarif kamar dan tiket reguler bervariasi, tergantung rute yang dipilih.
- Daruba – Dama: Rp 100.000
- Dama – Ternate: Rp 300.000
- Daruba – Ternate: Rp 400.000
- Daruba – Jailolo: Rp 450.000
- Daruba – Manado: Rp 700.000
- Ternate – Jailolo: Rp 100.000
- Ternate – Manado: Rp 500.000
- Jailolo – Manado: Rp 500.000
Rute Manado Paling Mahal di Kedua Kategori
Rute menuju Manado mendominasi tarif tertinggi. Untuk tiket reguler, Daruba–Manado Rp 500.000 dan Ternate–Manado Rp 350.000. Adapun tarif kamar ke Manado berkisar Rp 500.000 hingga Rp 700.000.
Sebaliknya, rute Ternate–Jailolo menjadi yang termurah dengan tiket Rp 50.000 dan kamar Rp 100.000. Jarak tempuh antarpelabuhan di Halmahera Barat itu relatif dekat dibanding rute lainnya.
Penumpang Diminta Sesuaikan Rute dan Kebutuhan
Calon penumpang diimbau memperhatikan rute serta menyesuaikan kebutuhan perjalanan. Pilihan tersedia antara tiket reguler dan fasilitas kamar di atas kapal KM Aksar Saputra 09.
Pelayaran laut masih menjadi tulang punggung mobilitas warga di Maluku Utara. Sejumlah kabupaten di provinsi itu terdiri dari pulau-pulau yang tidak terhubung jalan darat, sehingga kapal penumpang jadi pilihan utama.