TERNATE — Kepala LPKA Kelas II Ternate, Nona Ahmad, menyebut kolaborasi dengan Balai Bahasa sebagai angin segar yang sangat berarti bagi lembaganya. Menurut Nona, kerja sama ini membuka ruang bagi anak binaan untuk meningkatkan kemampuan literasi, memperkuat budaya baca dan tulis, sekaligus memenuhi hak dasar pendidikan mereka.
Pendidikan dan literasi dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Anak binaan perlu mendapatkan ruang belajar yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus membangun kepercayaan diri.
Apa Saja yang Disepakati dalam PKS?
Kerja sama ini mencakup empat fokus utama yang akan dijalankan kedua lembaga. Pertama, peningkatan kemampuan literasi anak binaan. Kedua, penguatan budaya baca dan tulis di lingkungan LPKA.
Ketiga, pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan pembinaan. Keempat, pembinaan karakter melalui program kebahasaan dan kesastraan.
Melalui kerja sama tersebut, LPKA Ternate berharap program literasi dan kebahasaan dapat menjadi bagian dari pembinaan yang berkelanjutan. Program ini juga diharapkan memperluas akses pendidikan bagi anak binaan selama menjalani masa pembinaan.
Balai Bahasa: Literasi adalah Hak Setiap Warga Negara
Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menegaskan bahwa pendidikan literasi dan kebahasaan merupakan hak setiap warga negara. Menurutnya, hak itu berlaku pula bagi anak-anak yang sedang menjalani masa pembinaan.
"Pendidikan literasi dan kebahasaan adalah hak setiap warga negara, termasuk anak-anak kita yang sedang menjalani masa pembinaan. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan ruang-ruang belajar yang inspiratif dan memberdayakan di lingkungan LPKA Kelas II Ternate," ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan posisi literasi bukan sekadar kegiatan tambahan. Balai Bahasa menempatkan program kebahasaan sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar anak binaan.
PKS Dihadiri Sejumlah Pejabat Daerah dan Pusat
Penandatanganan PKS tersebut turut dihadiri Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara. Hadir pula Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dari pihak daerah, hadir Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Kepala TVRI Stasiun Maluku Utara, Kepala LPKA Kelas II Ternate, serta Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara.
Kehadiran sejumlah instansi itu menunjukkan dukungan lintas lembaga terhadap program pembinaan anak binaan. Kerja sama ini diharapkan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan sebagai bagian dari persiapan mereka kembali ke tengah masyarakat.