MALUKU UTARA — Jakarta Halal Expo and Conference (JHEC) 2026 di ICE BSD, Tangerang, tak hanya memamerkan produk halal. Perusahaan asal Madinah, Ana Al-Madinah, membawa inovasi wisata religi virtual yang memungkinkan pengunjung menyusuri Kota Nabi di masa lampau. Teknologi ini diklaim menjadi media edukasi sejarah Islam yang interaktif bagi calon jemaah umroh dan haji.
Menelusuri Madinah Zaman Nabi Lewat Layar VR
Melalui film 360 derajat, pengunjung dapat merasakan atmosfer Madinah Munawwarah pada masa Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya visual suasana kota, konten ini juga memuat materi Sirah Nabawiyah, peristiwa Hijrah, hingga panduan praktis manasik haji dan umroh secara runtut.
"Kami datang ke acara ini untuk menunjukkan film 360 kami. Untuk acara ini, kami memiliki satu film gratis untuk ditunjukkan: Madinah Munawwarah pada masa Nabi," ujar perwakilan Ana Al-Madinah, Abdul Aziz.
Pengalaman ini dirancang imersif, membuat pengguna seolah-olah berdiri di tengah lokasi bersejarah. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding sekadar membaca teks atau melihat gambar statis, terutama untuk memahami tata cara ibadah secara visual.
Cara Mencoba dan Harga Paket VR
Pengunjung yang memiliki headset VR sendiri, seperti Meta Quest atau Pico 4, bisa langsung mencoba layanan ini. Langkahnya cukup mengunduh aplikasi Waseej dan mengisi saldo poin melalui dompet digital untuk mengakses semua konten tayangan.
Bagi yang belum memiliki perangkat, Ana Al-Madinah menyediakan paket khusus selama pameran berlangsung. Paket perangkat keras ini dibanderol Rp12 juta dan sudah termasuk 150 kali tayangan gratis. Penawaran ini hanya berlaku selama JHEC 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Peluang Kemitraan untuk Biro Perjalanan
Ana Al-Madinah juga membuka peluang kerja sama bagi agen perjalanan dan lembaga amal. Sistem waralaba yang ditawarkan cukup fleksibel, di mana mitra bisnis bisa menentukan sendiri tarif tayangan untuk meraih keuntungan optimal. Model ini dinilai berguna bagi biro travel untuk memberikan simulasi manasik yang lebih interaktif kepada calon jemaah.
Model kemitraan ini bukan barang baru. Ana Al-Madinah mengklaim sistem serupa telah berjalan sukses di Swedia, Turki, hingga Uzbekistan. Bagi pelaku usaha di Indonesia, inovasi ini membuka peluang bisnis baru di sektor pariwisata religi digital.
Mendorong Digitalisasi Wisata Religi
Kehadiran teknologi ini menegaskan bahwa digitalisasi merambah sektor pariwisata religi. Wisata virtual bukan sekadar hiburan, melainkan media edukasi modern yang membantu calon jemaah memahami rukun ibadah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Adaptasi teknologi seperti ini diharapkan mempercepat transformasi digital layanan keagamaan di Indonesia.
Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan umroh atau sekadar ingin mendalami sejarah Islam dengan cara berbeda, mencoba simulasi VR ini bisa menjadi pengalaman awal yang berkesan. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pameran dan pendaftaran dapat dikonfirmasi langsung di lokasi JHEC 2026.