Pencarian

Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Kumamoto Jepang, 260.000 Warga Diungsikan, Aeon Mall Ambruk

Rabu, 29 Juli 2026 • 12:05:31 WIB
Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Kumamoto Jepang, 260.000 Warga Diungsikan, Aeon Mall Ambruk
Petugas penyelamat mengevakuasi korban dari reruntuhan Aeon Mall Kumamoto yang ambruk akibat gempa magnitudo 7,3.

MALUKU UTARA — Guncangan gempa utama terjadi pukul 16.27 waktu setempat dan memicu serangkaian gempa susulan berkekuatan magnitudo 3 hingga 4. Otoritas meteorologi Jepang memperingatkan potensi gempa susulan yang lebih kuat masih mungkin terjadi dalam sepekan ke depan. Peringatan tsunami setinggi satu meter yang sempat dikeluarkan kini telah dicabut.

Aeon Mall Jadi Episentrum Korban, Proses Evakuasi Terhambat Reruntuhan Susulan

Titik terparah berada di kompleks Aeon Mall Kumamoto, Kota Kashima. Ledakan gas pascagempa diduga menyebabkan lantai dua pusat perbelanjaan itu ambruk. Juru bicara operator mal menyatakan ledakan terjadi setelah pelanggan dan sebagian besar staf berhasil dievakuasi keluar gedung.

Tim penyelamat sejauh ini mengevakuasi delapan orang dari dalam bangunan. Dua perempuan berusia sekitar 20 tahun ditemukan meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan satu korban ditemukan dalam kondisi henti jantung dan napas. Proses penyelamatan berjalan lambat karena petugas belum menemukan jalur masuk yang aman akibat risiko runtuhan susulan.

Cerobong Pabrik Raksasa Roboh, Sembilan Orang Hilang di Yatsushiro

Kerusakan besar juga terjadi di fasilitas industri. Cerobong asap raksasa milik pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro roboh akibat guncangan dan menimpa area di sekitarnya. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya sembilan orang masih dinyatakan hilang di lokasi tersebut. Tim penyelamat terus melakukan pencarian di tengah kondisi struktur bangunan yang dinilai masih berbahaya.

Secara keseluruhan, Juru Bicara Pemerintah Minoru Kihara melaporkan tujuh korban mengalami luka berat dan 29 lainnya luka ringan. Gangguan listrik meluas, dengan Kyushu Electric Power mencatat sekitar 45.000 rumah tangga dan fasilitas umum kehilangan pasokan listrik. Siaran NHK memperlihatkan jalan retak, jembatan rusak, dan sedikitnya 12 rumah roboh.

260.000 Warga Mengungsi, PLTN Dipastikan Aman

Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang melaporkan lebih dari 260.000 warga di Kumamoto dan sebagian Prefektur Nagasaki sempat menerima imbauan mengungsi. Hingga Rabu pagi, sebanyak 9.186 orang berada di 506 pusat evakuasi yang tersebar di lima prefektur, termasuk Kumamoto dan Fukuoka. Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak ditemukan anomali pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut.

Kebakaran dilaporkan muncul di sejumlah wilayah akibat kerusakan jaringan dan instalasi bangunan. Jepang, yang berada di jalur Cincin Api Pasifik, mencatat sekitar 18 persen gempa bumi bermagnitudo 6 atau lebih di dunia terjadi di kawasan ini. Trauma terbesar masih berasal dari gempa bawah laut berkekuatan magnitudo 9,0 pada 2011 yang memicu tsunami besar dan krisis nuklir Fukushima.

WNI Dipastikan Aman, KBRI Terus Koordinasi

Kementerian Luar Negeri RI memastikan belum ada WNI yang menjadi korban. Melalui KBRI Tokyo, pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan berbagai simpul komunitas WNI di Kumamoto maupun wilayah Kyushu. "Hingga saat ini belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," demikian pernyataan resmi Kemlu.

WNI di Jepang tetap diimbau mengikuti arahan pemerintah setempat serta terus memantau informasi resmi dari Japan Meteorological Agency (JMA) mengenai perkembangan gempa maupun potensi bencana lanjutan. Gempa susulan yang lebih kuat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, bahkan hingga sekitar satu pekan setelah gempa utama.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: afu.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks