MABA — Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur memastikan setiap langkah penanganan banjir di Kecamatan Maba Tengah akan didasarkan pada data dan fakta di lapangan. Bupati Ubaid Yakub menegaskan hal itu saat memimpin rapat koordinasi bersama tim observasi dan verifikasi yang dibentuk khusus untuk menangani banjir di Desa Maratana Jaya dan Desa Dorolamo.
“Hari ini kita berkumpul untuk mencari solusi yang konkret berdasarkan data hasil observasi dan investigasi yang telah dilakukan tim di lapangan,” ujar Bupati Ubaid Yakub dalam rapat yang digelar di Maba, beberapa waktu lalu.
Lima Temuan Utama di Lapangan
Ketua Tim Observasi dan Verifikasi, Tarudin, S.Hut., memaparkan hasil investigasi yang mengungkap beberapa faktor penyebab banjir di dua desa tersebut. Temuan ini menjadi dasar bagi pemkab untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan terukur.
- Curah hujan tinggi: Intensitas hujan yang ekstrem di wilayah Maba Tengah menjadi pemicu utama.
- Kondisi cekungan: Letak geografis Desa Maratana Jaya dan Desa Dorolamo berada di kawasan cekungan yang rentan genangan.
- Drainase tersumbat: Kapasitas tampung kanal, drainase, dan saluran air menurun drastis sehingga tidak mampu mengalirkan air.
- Longsoran di sungai: Tiga titik longsoran ditemukan di sekitar aliran Sungai Ake Marimba yang menghambat laju air.
- Aktivitas perusahaan: Pembukaan kawasan hutan dan kegiatan produksi kayu oleh pihak perusahaan turut memperparah risiko banjir.
Tim Lintas OPD dan Keterlibatan Perusahaan
Tim observasi yang dibentuk melalui Keputusan Bupati Nomor 188.45/362/55/2026 ini merupakan gabungan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Inspektorat Daerah, BP4D, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain memeriksa infrastruktur, tim juga melakukan pengecekan teknis terhadap aktivitas perusahaan yang beroperasi di Maba Tengah.
Bupati Ubaid Yakub menekankan bahwa penyelesaian banjir harus dilakukan secara komprehensif dan lintas sektor. Pemerintah daerah akan mengevaluasi aspek teknis infrastruktur, tata kelola lingkungan, serta aktivitas perusahaan di sekitar wilayah terdampak. “Kita ingin persoalan dilihat secara lebih komprehensif, sehingga upaya penanganan dapat dilakukan secara terukur dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Target Jangka Pendek dan Panjang
Rapat koordinasi yang dihadiri oleh Direktur PT Kirana Cakrawala, Direktur Utama BUMD Halmahera Timur, Camat Maba Tengah, serta kepala desa setempat ini diharapkan mampu melahirkan keputusan konkret. Bupati menginginkan solusi yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berorientasi pada penyelesaian jangka panjang agar masyarakat merasa aman dan nyaman.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur kini tengah menyusun langkah-langkah penanganan yang lebih terstruktur berdasarkan hasil investigasi tim. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengatasi persoalan banjir yang sudah berulang kali melanda kawasan Maba Tengah.