TERNATE — Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Polda Maluku Utara saat doa bersama lintas agama digelar, Selasa (30/6). Para pemuka agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu memimpin doa secara bergantian, memohon kekuatan dan kebijaksanaan bagi institusi Polri dalam menjalankan tugas melindungi dan melayani masyarakat.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolda Malut Brigjen Pol. Arif Budiman didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Malut, Wakapolda Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, serta jajaran pejabat utama dan tokoh masyarakat. Kehadiran lintas iman ini menjadi simbol eratnya persaudaraan di wilayah yang dikenal dengan semboyan Marimoi Ngone Futuru (bersatu kita teguh).
Kapolda: Semangat Marimoi Ngone Futuru Jadi Fondasi Keamanan Daerah
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremonial. "Delapan dekade pengabdian ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang Presisi," ujar Arif Budiman.
Ia juga menyebut bahwa kehadiran para pemuka agama dalam doa bersama membuktikan toleransi adalah modal utama menjaga stabilitas keamanan. "Sinergi antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ungkapnya.
Waspadai Hoaks dan Radikalisme
Kapolda mengajak masyarakat bersama-sama menangkal penyebaran hoaks, provokasi, dan paham radikalisme yang berpotensi memicu konflik sosial. Menurutnya, keberagaman yang menjadi kekuatan Maluku Utara harus dijaga dari segala bentuk gangguan yang bisa merusak persatuan.
Doa bersama dipimpin secara bergantian oleh perwakilan masing-masing agama. Seluruh peserta memanjatkan doa agar Polri senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kebijaksanaan dalam mengemban amanah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Harapan ke Depan: Kolaborasi Bukan Hanya Milik Polri
Melalui kegiatan ini, Polda Malut berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi milik institusi Polri. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Maluku Utara yang aman, damai, dan sejahtera.
Suasana kebersamaan terlihat sejak awal hingga akhir acara. Para peserta tampak larut dalam doa dan saling berjabat tangan usai kegiatan, mempertegas komitmen bersama menjaga kerukunan di tengah perbedaan.