Pencarian

Pemuda Suku Pagu Temui Wagub Malut Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

Selasa, 05 Mei 2026 • 15:26:04 WIB
Pemuda Suku Pagu Temui Wagub Malut Perkuat Pelestarian Budaya Lokal
Pemuda Suku Pagu bertemu Wagub Malut untuk diskusi pelestarian budaya lokal.

SOFIFI — Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Sektor Pagu (PPS-PAGU) menemui pimpinan daerah Maluku Utara untuk memperkuat eksistensi kebudayaan lokal. Pertemuan berlangsung di ruang rapat lantai 3 Kantor Wakil Gubernur Maluku Utara pada Senin (4/5) kemarin.

Delegasi pemuda Suku Pagu yang dipimpin Ketua PPS-PAGU, Wice Momou, diterima langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara bersama Sekretaris Daerah Provinsi dan Kepala Bidang Kebudayaan. Agenda utama pertemuan ini adalah membangun sinergi antara komunitas pemuda adat dengan pemerintah provinsi dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal di wilayah Suku Pagu/Isam.

PPS-PAGU Jadi Wadah Regenerasi Pemuda Pagu

Pembentukan PPS-PAGU merupakan respons kolektif generasi muda Suku Pagu terhadap kekhawatiran memudarnya identitas budaya di tingkat akar rumput. Organisasi ini dirancang sebagai motor penggerak untuk membangkitkan kembali semangat mencintai tradisi leluhur di kalangan pemuda.

Wice Momou menjelaskan bahwa adat memiliki fungsi krusial sebagai perekat sosial. Menurutnya, keberlanjutan sebuah tradisi sangat bergantung pada bagaimana generasi muda mampu mengadopsi nilai-nilai lama ke dalam konteks kehidupan modern saat ini.

"Adat, budaya, dan kearifan lokal sangat penting untuk kita kembangkan. Fungsinya bukan hanya menjaga identitas, tetapi juga mempererat hubungan antara orang tua dan generasi muda agar tradisi tetap hidup," ujar Wice di hadapan jajaran pejabat Pemprov Malut.

Tantangan Pelestarian Budaya di Era Digital

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah dampak teknologi terhadap minat pemuda pada budaya lokal. Arus informasi yang masif di era elektronik diakui menjadi tantangan berat bagi upaya pelestarian tradisi di Maluku Utara.

Wice menyoroti fenomena di mana banyak anak muda kini lebih terfokus pada perkembangan teknologi digital ketimbang mempelajari sejarah atau praktik adat mereka sendiri. Kondisi ini jika dibiarkan berisiko memutus mata rantai pewarisan nilai budaya Suku Pagu.

"Di zaman yang serba elektronik ini, banyak anak muda lebih fokus pada perkembangan teknologi, sehingga mulai kurang tertarik membahas dan mempelajari tradisi lokal," tambahnya.

Sinergi Strategis dengan Pemerintah Provinsi

Kehadiran PPS-PAGU diharapkan menjadi solusi konkret atas keresahan masyarakat adat mengenai masa depan budaya mereka. Dengan dukungan dari dinas terkait, khususnya Bidang Kebudayaan Maluku Utara, organisasi ini akan menyusun langkah strategis pengembangan adat di wilayah Sektor Pagu.

Pihak Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyambut positif inisiatif ini. Sinergi antara birokrasi dan kelompok pemuda adat dianggap sebagai kunci utama agar kebijakan pelestarian budaya tepat sasaran dan memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat Suku Pagu.

Melalui wadah PPS-PAGU, para pemuda optimistis bahwa nilai-nilai kearifan lokal tidak akan hilang digilas zaman. Fokus utama ke depan adalah memastikan proses regenerasi berjalan konsisten sehingga identitas Suku Pagu tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Bagikan
Sumber: beritadetik.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks