TERNATE — Kedatangan rombongan atlet tinju Maluku Utara di Bandara Sultan Babullah menjadi penutup perjalanan kompetisi yang berlangsung di Jakarta. Dari 15 atlet yang diberangkatkan, kontingen Malut membawa pulang 13 medali, angka yang menempatkan daerah ini di posisi kedua klasemen juara umum.
Posisi puncak masih dihuni Jawa Barat yang tampil dengan kekuatan 41 atlet dan mengoleksi 29 medali dari kategori junior, youth, dan elite. Pada kategori junior dan youth, kontingen Jawa Barat meraih 21 medali, terdiri atas tujuh emas, 10 perak, dan empat perunggu. Kategori elite menyumbangkan delapan medali, yakni empat emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Koleksi Malut tersebar dalam tiga warna medali. Tujuh emas menjadi penyumbang terbesar, disusul dua perak dan empat perunggu dari total 15 atlet yang diturunkan.
Rasio medali terhadap jumlah atlet mendekati satu banding satu. Hampir setiap petinju yang diberangkatkan membawa pulang setidaknya satu medali dari Jakarta.
Ketua Pengprov Pertina Maluku Utara Nasri Abubakar menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet yang membawa nama daerah di ajang nasional tersebut. Menurutnya, capaian tujuh emas dan total 13 medali merupakan buah kerja keras atlet, pelatih, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan sejak persiapan hingga pelaksanaan kejuaraan.
"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, khususnya masyarakat Maluku Utara. Anak-anak kita telah menunjukkan semangat juang dan kemampuan terbaiknya di atas ring. Mereka membuktikan bahwa atlet tinju Maluku Utara mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional," ujar Nasri.
Ia menegaskan, posisi juara umum II bukan sekadar keberhasilan membawa pulang medali. Capaian itu menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet tinju di Maluku Utara agar mampu meraih prestasi lebih tinggi pada kejuaraan berikutnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat Maluku Utara yang terus memberikan dukungan dan doa selama para atlet mengikuti Kejurnas Piala AHY 2026.
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku Utara yang telah memberikan dukungan dan doa kepada atlet-atlet kita. Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi mereka untuk bertanding dengan penuh keyakinan dan membawa pulang hasil terbaik bagi daerah," ungkapnya.
Nasri mengingatkan para atlet agar tidak cepat berpuas diri. Keberhasilan di Jakarta harus menjadi modal untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar pada tahun mendatang.
Seluruh atlet tinju Maluku Utara diminta tetap menjalani latihan secara rutin dan disiplin sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) 2027.
"Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Kita tidak boleh berhenti sampai di sini, karena ke depan ada tantangan yang lebih besar, yakni Pra-PON 2027. Karena itu, persiapan harus dilakukan sejak sekarang agar atlet Maluku Utara benar-benar siap bersaing dan mampu meraih hasil terbaik," tegas Nasri.
Persiapan menuju Pra-PON dinilai membutuhkan keseriusan, kedisiplinan, serta pembinaan berkelanjutan. Para atlet tidak hanya dituntut menjaga kondisi fisik, tetapi juga mengasah teknik dan memperkuat mental bertanding agar mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Pertina Maluku Utara berharap dukungan masyarakat dan seluruh pihak terkait tetap mengalir agar para atlet dapat menjalani program latihan dengan maksimal. Prestasi di Jakarta menjadi langkah awal, sementara target berikutnya adalah mematangkan persiapan menuju Pra-PON 2027 demi kembali mengharumkan nama Maluku Utara di panggung olahraga nasional.