Pencarian

Kapolda Maluku Utara Hadiri Legu Gam Tara No Ate di Kedaton Ternate, Tegaskan Polri Bagian dari Masyarakat Adat

Minggu, 18 Oktober 2026 • 06:16:02 WIB
Kapolda Maluku Utara Hadiri Legu Gam Tara No Ate di Kedaton Ternate, Tegaskan Polri Bagian dari Masyarakat Adat
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman menghadiri acara Legu Gam Tara No Ate Kesultanan Ternate Tahun 2026 di Kedaton Ternate, Sabtu (17/10) malam.

TERNATE — Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., hadir di tengah ratusan tamu undangan dalam acara Legu Gam Tara No Ate Kesultanan Ternate Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Kedaton Kesultanan Ternate, Sabtu (17/10) malam, menjadi ajang pertemuan antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat Maluku Utara.

Kehadiran Kapolda disebut sebagai bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian adat dan budaya lokal. Momentum adat tahunan Kesultanan Ternate itu juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat.

Kapolda: Adat dan Budaya Warisan yang Harus Dijaga Bersama

Di hadapan para tamu, Arif Budiman menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya merupakan bagian penting dalam menjaga identitas daerah. Nilai-nilai itu, menurutnya, sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

"Budaya dan adat istiadat merupakan warisan berharga yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan seperti Legu Gam Tara No Ate ini, kita dapat mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan kearifan lokal," ujar Kapolda Maluku Utara.

Arif juga menyoroti peran sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Kesultanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan. Suasana aman, damai, dan kondusif di wilayah Maluku Utara dinilainya lahir dari kerja bersama seluruh pihak.

"Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang turut mendukung nilai-nilai kebersamaan, menghormati tradisi, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat," tambahnya.

Prosesi Adat Kabasarang Uci hingga Tari Dadansa Meriahkan Acara

Rangkaian acara dibuka dengan penyambutan tamu melalui penampilan musik brass dan musik tradisional. Prosesi adat Kabasarang Uci/Dayang Lastampa – Ritede Suba menjadi bagian awal yang kental nuansa tradisi Kesultanan Ternate.

Setelah itu, panji-panji Resimen dan panji-panji empat Soa dikawal diiringi musik tradisional dan sangkakala. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Dadansa, prosesi seremonial, pembacaan doa, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Laporan ketua panitia dan sambutan para pejabat mengisi rangkaian berikutnya. Acara kemudian dibuka secara resmi melalui pemukulan tifa, dilanjutkan penampilan teater dan tarian, musik Yanger, serta band Treeshome.

Legu Gam Tara No Ate sebagai Fondasi Persaudaraan Warga Maluku Utara

Legu Gam Tara No Ate Kesultanan Ternate Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memelihara semangat persaudaraan dan penghormatan terhadap adat istiadat. Kecintaan terhadap budaya daerah dinilai perlu terus dirawat sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis.

Polda Maluku Utara menyatakan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mempererat kemitraan dengan seluruh elemen daerah. Dukungan terhadap pelestarian kearifan lokal disebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: polresternate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks