HALBAR — Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Saria dan melibatkan pemerintah desa, perwakilan BRI, Dinas Perikanan dan Kelautan Halmahera Barat, serta masyarakat setempat yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan. BRI diwakili Haeral Aswan dan Dandi Rajak, sementara Pemerintah Desa Saria diwakili Sekretaris Desa Rifan Tahan bersama perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan, Feriyantim.
KUSUKA berfungsi sebagai identitas resmi bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan. Kartu ini menjadi dasar pendataan, pemberdayaan, dan pengembangan usaha masyarakat di sektor tersebut.
Dengan identitas yang tercatat, pelaku usaha lebih mudah memperoleh informasi soal program pemerintah maupun layanan yang berkaitan dengan pengembangan usaha. Pendataan yang rapi juga memudahkan instansi menyalurkan bantuan tepat sasaran.
Selama ini sebagian pelaku usaha kecil di pesisir belum memiliki legalitas identitas usaha. Kondisi itu membuat mereka kerap luput dari program bantuan dan pendampingan.
Penyaluran KUSUKA diharapkan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pendataan dan legalitas usaha. Pelaku usaha yang terdata bisa memanfaatkan program yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kolaborasi antara lembaga perbankan, dinas daerah, dan pemerintah desa menjadi salah satu bentuk kerja sama antarlembaga dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir. Pola ini menempatkan desa sebagai ujung depan pendataan, dinas sebagai penyedia program, dan bank sebagai mitra layanan keuangan.
Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Daya saing sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Halmahera Barat menjadi sasaran akhir dari rangkaian kegiatan ini.