MALUKU UTARA — Berdasarkan data pasar yang dihimpun ANTARA di Jakarta, Jumat pagi, rupiah dibuka di zona merah dan langsung kehilangan hampir setengah persen nilainya dalam hitungan menit. Posisi Rp17.988 per dolar AS ini nyaris menembus level psikologis Rp18.000, level yang terakhir kali disentuh saat krisis moneter tahun 1998.
Tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) pagi ini masih bertahan di kisaran 104,5, didukung oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Kondisi ini membuat investor asing cenderung menghindari aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia. Arus modal asing keluar dari pasar obligasi dan saham domestik masih berlanjut dalam beberapa hari terakhir, menambah beban bagi nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia (BI) diprediksi akan kembali melakukan intervensi ganda di pasar valas dan pasar obligasi untuk menahan pelemahan lebih lanjut. Langkah ini sudah beberapa kali dilakukan pekan lalu saat rupiah mendekati level Rp18.000. Gubernur BI sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya akan menjaga stabilitas kurs sesuai fundamental ekonomi, meskipun tekanan eksternal sedang tinggi.
Pelaku pasar kini menanti data inflasi Indonesia bulan depan serta keputusan suku bunga AS pada pertemuan The Fed awal bulan depan. Dua faktor ini akan menentukan arah rupiah dalam jangka pendek.
Bagi importir, pelemahan rupiah berarti biaya bahan baku impor akan semakin mahal, berpotensi menekan margin keuntungan. Sementara bagi eksportir, posisi ini justru menguntungkan karena penerimaan dalam dolar AS menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah. Investor di pasar saham disarankan mencermati saham-saham berbasis ekspor seperti sektor komoditas tambang dan perkebunan yang cenderung diuntungkan.
Pasar obligasi juga masih tertekan. Yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun pagi ini naik 5 basis poin, menandakan investor asing masih melakukan aksi jual.