TIDORE — Workshop Robotika Madrasah yang digelar di MAN 2 Kota Tidore Kepulauan menjadi bukti madrasah di Maluku Utara tidak ingin tertinggal dalam penguasaan teknologi. Kepala MAN 2 Kota Tidore Kepulauan, Dr. Lukman Tamhir, S.Ag., M.Pd., secara resmi membuka kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut.
“Madrasah hari ini tidak boleh tertinggal dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Justru madrasah harus mampu melahirkan generasi yang unggul dalam akhlak, kuat dalam ilmu pengetahuan, dan siap bersaing di era digital,” ujar Dr. Lukman dalam sambutannya.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi “Dasar-Dasar Robotika: Menjadi Arsitek Robot dari Komponen Menuju Otak Elektronik” yang disampaikan Ilham Djufri, ST., M.Kom. Ia menjelaskan komponen utama robot, fungsi sensor, aktuator, mikrokontroler, serta prinsip kerja robot dalam menerima, mengolah, dan merespons informasi.
“Robotika bukan hanya tentang merakit perangkat elektronik, tetapi tentang bagaimana siswa belajar berpikir logis, memecahkan masalah, bekerja dalam tim, dan menciptakan solusi berbasis teknologi. Keterampilan seperti inilah yang sangat dibutuhkan di masa depan,” jelas Ilham.
Sesi kedua menghadirkan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Gamalama, Hizrawan S. M. Hi Kamal, yang membawakan materi “Simulasi Robot dan Praktik Perancangan Robot.” Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi diajak terlibat langsung dalam proses desain robot melalui simulasi dan praktik.
Workshop ini merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara MAN 2 Kota Tidore Kepulauan dan Institut Teknologi Gamalama (INTEG) Ternate. Kerja sama tersebut mencakup bidang pengembangan pendidikan, teknologi, dan inovasi.
Kepala MAN 1 Kota Tidore Kepulauan, Djusman Suwardi, S.Pd., yang turut hadir, memberikan apresiasi atas inisiatif MAN 2. Menurutnya, langkah tersebut merupakan terobosan yang patut dicontoh sekolah dan madrasah lainnya di Maluku Utara.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa tampak bersemangat mengikuti setiap sesi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba berbagai simulasi yang diperkenalkan oleh tim robotika INTEG.
Di tengah pesatnya perkembangan Internet of Things (IoT) dan AI, penguatan literasi teknologi di lingkungan sekolah menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. MAN 2 Kota Tidore Kepulauan menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berinovasi.
Lewat kolaborasi dengan perguruan tinggi, madrasah ini membuktikan bahwa sekolah berbasis keagamaan mampu bertransformasi menjadi pusat pengembangan inovasi dan teknologi. Dari Tidore, harapan lahirnya generasi digital masa depan mulai dibangun hari ini.