MALUKU UTARA — Peristiwa ini terjadi di kawasan Semarang, Jawa Tengah, ketika seorang pria tak dikenal mendatangi korban dan mengaku sebagai anggota intelijen narkoba. Dengan modus tersebut, pelaku kemudian merampas ponsel dan sepeda motor milik korban. Beruntung, korban sigap melompat dari kendaraan untuk menyelamatkan diri.
Pelaku memanfaatkan kedok sebagai intel narkoba untuk mendekati korban. Setelah berhasil mengambil alih kendaraan dan ponsel, pelaku langsung melarikan diri. Korban yang panik namun tetap waspada memilih melompat dari motor saat pelaku mulai tancap gas.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai identitas pelaku maupun barang bukti yang berhasil diamankan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan insiden ini ke pihak kepolisian setempat.
Pihak kepolisian memastikan bahwa pelaku bukanlah aparat atau anggota intelijen resmi. Pengakuan sebagai intel narkoba hanyalah modus untuk mengelabui korban. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai petugas tanpa identitas jelas.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku. Petugas juga mengimbau warga yang mengalami atau mengetahui kejadian serupa untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Kerugian materiil yang dialami korban meliputi satu unit sepeda motor dan sebuah ponsel. Nilai kerugian masih dalam pendataan pihak berwajib. Kasus ini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang.
Kapolrestabes Semarang melalui humasnya menyatakan akan menindak tegas pelaku kejahatan jalanan yang menggunakan kedok aparat. "Kami akan melakukan patroli dan penyelidikan intensif untuk mengamankan pelaku," ujar perwakilan kepolisian dalam keterangan pers singkat.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada orang yang mengaku sebagai petugas tanpa dilengkapi surat tugas atau tanda pengenal resmi. Jika menemukan situasi mencurigakan, warga diminta segera menghubungi call center polisi 110.