MALUKU UTARA — Samsung resmi memperkenalkan anggota baru keluarga Galaxy Book 6 series, yakni Galaxy Book 6 Edge. Berbeda dari varian Galaxy Book 6 lainnya yang sudah beredar sejak Maret lalu, model ini mengandalkan chipset Snapdragon X2 Elite buatan Qualcomm. Samsung mengklaim prosesor tersebut mampu menghasilkan performa AI hingga 80 TOPS.
Layar Dynamic AMOLED 2X 3K dibekali lapisan anti-reflektif yang diklaim memudahkan penggunaan di luar ruangan. Samsung juga menyematkan fitur penyesuaian kecerahan dan kontras otomatis untuk mendukung hal tersebut.
Sistem audio mengandalkan empat speaker dengan dukungan Dolby Atmos. Integrasi ekosistem Galaxy memungkinkan pengguna mentransfer file dan foto secara nirkabel dari ponsel pendukung.
Dengan bobot 3,42 pon (sekitar 1,55 kg) dan ketebalan di bawah setengah inci, laptop ini masuk kategori ringan untuk ukuran layar 16 inci.
Galaxy Book 6 Edge hanya tersedia dalam satu konfigurasi: RAM 16 GB dan penyimpanan 1 TB. Harganya USD 2.100 atau sekitar Rp 34,6 juta (estimasi kurs Rp 16.500 per dolar AS). Belum ada informasi mengenai ketersediaan di Indonesia.
Galaxy Book 6 Edge menjadi satu-satunya model di jajaran Galaxy Book 6 yang tidak menggunakan prosesor Intel. Pilihan chip Snapdragon X2 Elite menempatkannya sebagai varian dengan fokus pada efisiensi daya dan kemampuan AI, berbeda dari model lain yang lebih mengutamakan kompatibilitas aplikasi x86.
Bagi pengguna yang sudah memiliki perangkat Galaxy dan menginginkan laptop dengan daya tahan baterai panjang serta layar berkualitas tinggi, Galaxy Book 6 Edge bisa menjadi opsi yang patot dipertimbangkan. Namun, harga premium USD 2.100 membuatnya hanya cocok untuk segmen pengguna dengan anggaran besar.