MALUKU UTARA — Kenaikan harga emas Antam terjadi di tengah pergerakan harga emas global yang masih fluktuatif. Spot price emas dunia dalam sepekan terakhir bergerak di kisaran USD 2.300 per troy ons, meski sempat menyentuh level tertinggi mingguan di USD 2.350 pada sesi perdagangan Jumat (12/6) waktu AS.
Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga naik. Antam mematok harga buyback di level Rp 2.465.000 per gram, lebih tinggi Rp 15.000 dibandingkan posisi sebelumnya.
Selisih antara harga jual dan harga beli kembali masih cukup lebar, mencapai Rp 246.000 per gram. Investor yang berencana menjual emas batangan dalam waktu dekat perlu mencermati selisih ini karena akan mempengaruhi potensi keuntungan riil.
Berikut daftar harga emas Antam untuk pecahan yang paling banyak diperdagangkan di pasar domestik:
Kenaikan harga emas Antam hari ini sejalan dengan tren penguatan harga emas di pasar internasional. Ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada pertemuan September 2026 kembali mendorong minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.
Di sisi domestik, permintaan emas batangan menjelang akhir pekan cenderung meningkat. Pelaku pasar biasanya memanfaatkan momentum koreksi harga untuk melakukan akumulasi pembelian, sehingga menopang harga di level tinggi.
Bagi investor ritel, kenaikan harga emas Antam memberikan potensi keuntungan jika harga buyback terus meningkat. Namun, investor perlu mempertimbangkan biaya transaksi dan selisih harga jual-beli yang masih tinggi.
Bagi pelaku bisnis perhiasan, kenaikan harga logam mulia berdampak langsung pada harga bahan baku. Pengusaha di sektor ini biasanya menyesuaikan harga jual produk dengan mengikuti pergerakan harga emas Antam sebagai acuan utama pasar domestik.