Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter per 10 Juni 2026, Ini Alasan di Balik Keputusan Itu

Penulis: Kemal Batubara  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 05:22:31 WIB
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 akibat kenaikan biaya impor BBM.

MALUKU UTARA — Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green resmi berlaku per 10 Juni 2026. Pertamina Patra Niaga mengumumkan keputusan ini melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (9/6). Harga Pertamax (RON 92) melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Impor BBM Lebih Mahal, Stok Terancam Menipis

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, membeberkan alasan utama penyesuaian harga ini. Sejak pecahnya perang antara AS dan Israel dengan Iran, harga BBM impor Pertamina melonjak jauh di atas harga jual domestik.

“Pertamina mengimpor BBM dengan harga tinggi, terus kami jual di domestik harganya rendah. Uang yang kami dapat untuk membeli BBM di market tidak lagi mendapatkan volume yang sama,” jelas Sigit dalam Sarasehan Energi di Universitas IPB, Bogor, Rabu.

Akibatnya, volume impor BBM Pertamina terus menurun. Jika dibiarkan, stok BBM nasional akan tergerus, terutama saat puncak permintaan. “Kami tidak ingin kondisinya terus-terusan seperti ini, sehingga ketersediaan produk energi di masyarakat akan menurun,” tambahnya.

Mengapa Baru Naik Sekarang?

Pertamina sebenarnya menahan harga Pertamax sejak Maret 2026. Langkah itu diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah kenaikan biaya produksi yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi. “Kalau biaya produksinya naik, akan berpengaruh ke harga jual produk. Berarti harga di pasar akan naik. Masyarakat konsumen bisa membeli, nggak? Tentu berat,” ujar Sigit.

Namun, tekanan terus berlanjut. Setelah berdiskusi dengan pemerintah, Pertamina memutuskan tidak punya pilihan lain selain menyesuaikan harga. “Kami ingin memberikan pesan bahwa ini memang perlu naik karena kondisinya harus kami pastikan terkait dengan ketersediaan suplai di market,” tegasnya.

Harga BBM Lain Tetap Stabil, Pertalite dan Solar Subsidi Aman

Kenaikan harga hanya berlaku untuk Pertamax dan Pertamax Green. Produk nonsubsidi lain seperti Pertamax Turbo (RON 98) tetap di angka Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp24.800 per liter.

Untuk BBM bersubsidi, Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Artinya, pengguna kendaraan roda dua dan mobil diesel subsidi belum terdampak langsung oleh kebijakan ini.

Kenaikan Pertamax menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, dengan selisih hampir Rp4.000 per liter dari harga sebelumnya. Bagi pemilik mobil bensin nonsubsidi, kenaikan ini dipastikan langsung terasa di kantong setiap kali mengisi penuh tangki.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: jatim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top