Kenangan Sang Kakak yang Meninggal 2010 Jadi Motivasi Kapten Afrika Selatan di Pembuka Piala Dunia 2026

Penulis: Galih Prayoga  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 01:53:31 WIB
Kapten Afrika Selatan Ronwen Williams terinspirasi dari kenangan sang kakak untuk memimpin tim di Piala Dunia 2026.

MALUKU UTARA — Bagi Williams, pertandingan di Kota Meksiko nanti bukan sekadar partai pembuka. Ini adalah panggung yang sudah lama ia impikan sejak nyaris meninggalkan sepak bola setelah kakaknya meninggal dunia.

Duka di Balik Debut Piala Dunia 2010

"Dia memiliki harapan yang begitu besar padaku," kata Williams kepada Newsday BBC World Service, mengenang sang kakak.

Saat Marvin meninggal, Ronwen masih berusia 18 tahun. Sempat terpikir untuk berhenti bermain, namun ia memilih bertahan—keputusan yang kini membawanya menjadi kapten di turnamen terbesar.

"Mengetahui aku akan memimpin tim di laga pembuka, aku tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Itu membuatku merinding," ujarnya.

Momen yang Mengulang Sejarah 2010

Pertandingan melawan Meksiko menjadi déjà vu bagi Afrika Selatan. Pada 2010, Bafana Bafana juga membuka Piala Dunia melawan Meksiko, berakhir imbang 1-1 di Johannesburg.

"Aku ingat 2010. Atmosfer untuk laga pembuka itu luar biasa. Semua orang mendukung negara," kenang Williams.

Kini gilirannya yang menjadi kapten di stadion lawan, dengan tekanan dari 80.000 pendukung Meksiko yang diprediksi akan mencoba mengintimidasi tim tamu.

Sosok Pelatih yang Menyatukan Negara

Williams menyebut pelatih Hugo Broos sebagai figur ayah dalam lima tahun terakhir. Pelatih asal Belgia berusia 74 tahun itu mengambil alih tim pada 2021 saat Bafana Bafana sedang terpuruk.

Broos langsung menunjuk Williams sebagai kapten dan membawa tim finis ketiga di Piala Afrika 2023 serta lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai juara grup kualifikasi—mengungguli Nigeria.

"Dua, tiga tahun lalu kami memohon suporter untuk datang mendukung. Kini orang-orang tidak sabar menanti Bafana Bafana bermain," kata Williams.

Target Realistis: Lolos dari Fase Grup untuk Pertama Kali

Afrika Selatan belum pernah melewati fase grup Piala Dunia dalam tiga partisipasi sebelumnya (1998, 2002, 2010). Dengan format baru 48 tim, peluang lebih terbuka.

"Kami harus realistis. Yang terpenting adalah lolos dari grup," tegas Williams, yang timnya akan menghadapi Meksiko, Republik Ceko, dan Korea Selatan di Grup A.

Jika berhasil, Williams bisa menunjukkan keahliannya sebagai spesialis penalti. Di Piala Afrika 2023, ia menyelamatkan empat dari lima penalti Cape Verde di perempat final dan dua penalti lagi di perebutan tempat ketiga melawan DR Kongo—membawanya meraih Penjaga Gawang Terbaik Afrika 2024.

Reporter: Galih Prayoga
Back to top