SOFIFI — Malut Job Fair 2026 resmi digelar Pemprov Maluku Utara di Sofifi, Kota Tidore Kepulauan, dengan menyediakan 3.000 lowongan kerja dari puluhan perusahaan. Pameran bursa kerja ini menjadi salah satu program prioritas daerah untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal di tengah pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang terus menggeliat.
Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara, sektor pertambangan, perkebunan, dan jasa keuangan mendominasi daftar perusahaan perekrut. Beberapa di antaranya adalah perusahaan tambang nikel dan perkebunan kelapa sawit yang memiliki basis operasi di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.
Selain itu, perbankan daerah dan perusahaan rintisan bidang logistik juga ikut membuka stan rekrutmen. Pemerintah provinsi menyediakan layanan konsultasi karir gratis bagi pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja formal.
Pemprov Maluku Utara menetapkan sejumlah persyaratan umum bagi pelamar. Calon pekerja wajib berusia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran. Ijazah pendidikan minimal SMA/SMK sederajat, kecuali untuk posisi tertentu yang mensyaratkan diploma atau sarjana.
Pemerintah mengimbau pelamar untuk membawa dokumen asli saat wawancara langsung di lokasi. Proses seleksi administratif dan wawancara dilakukan di tempat oleh masing-masing perusahaan perekrut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maluku Utara menyebut bahwa momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan masuknya investasi baru di sektor industri hilir menjadi alasan utama. Beberapa perusahaan yang baru beroperasi di kawasan industri Halmahera Tengah membutuhkan tenaga kerja dengan jumlah besar dalam waktu dekat.
"Kami mendorong agar anak-anak muda Maluku Utara tidak perlu merantau ke luar daerah. Lapangan kerja sudah tersedia di sini, tinggal bagaimana mereka mempersiapkan diri," ujarnya dalam sambutan pembukaan job fair.
Sejumlah pengunjung yang hadir sejak pagi mengaku antusias. Seorang pencari kerja asal Ternate yang baru lulus SMA mengatakan bahwa ia sudah melamar di tiga perusahaan tambang. "Saya berharap bisa langsung diterima hari ini, karena biaya hidup di perantauan semakin mahal," katanya.
Pemprov Maluku Utara mencatat bahwa tingkat pengangguran terbuka di provinsi ini masih berada di angka 4,8 persen pada 2025. Dengan adanya job fair ini, pemerintah optimistis angka tersebut bisa turun signifikan dalam tahun berjalan.
Malut Job Fair 2026 berlangsung selama tiga hari di Gedung Serbaguna Sofifi. Waktu operasional dimulai pukul 08.00 WIT hingga 16.00 WIT. Pemerintah menyediakan bus antar-jemput gratis dari terminal utama Kota Tidore Kepulauan menuju lokasi acara.
Bagi pencari kerja yang tidak bisa hadir secara langsung, Pemprov Maluku Utara menyediakan portal pendaftaran online melalui situs resmi Dinas Tenaga Kerja setempat. Proses seleksi tetap dilakukan secara langsung oleh perusahaan pada pekan berikutnya.