Keributan di Porprov Malut: Tiga Atlet Muaythai Halbar Ditolak Bertanding, Id Card Sudah Terbit

Penulis: Hendri Saputra  •  Senin, 08 Juni 2026 | 12:11:31 WIB
Tiga atlet Muaythai Halbar ditolak bertanding di Porprov Malut meski sudah mengantongi Id Card resmi.

TOBELO — Tiga atlet Muaythai asal Halmahera Barat gagal bertanding di Porprov Malut meski sudah mengantongi Id Card resmi. Penolakan oleh panitia dan Ketua PB Muaythai itu memicu keributan di arena pertandingan di Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara, Minggu malam.

Akar Masalah: Surat Mutasi dan Data Lahir Bermasalah

Anggota DPRD Halbar, Hardi Hayun, mengungkapkan bahwa panitia mempersoalkan kelengkapan administrasi tiga atlet tersebut. Dua atlet asal Ternate, Sahriknal dan Santo, disebut tidak memiliki surat mutasi. Sementara satu atlet asal Tidore, data tempat dan tanggal lahirnya dinilai bermasalah oleh panitia.

“Padahal sejak SD, SMP, SMA ia bersekolah di Jailolo, Halbar,” ujar Hardi, Senin (8/6/2026). Ia menambahkan bahwa kedua atlet asal Ternate membela Halbar atas kemauan sendiri tanpa paksaan.

Kontradiksi: Id Card Terbit, Data Tak Diinput

Hardi menyoroti keanehan prosedur yang dilakukan panitia. Meskipun data tiga atlet Muaythai itu tidak diinput ke dalam sistem, Id Card mereka tetap terbit dan bisa digunakan.

“Ini jadi pertanyaan terkait kinerja panitia Porprov. Alasannya data tidak diinput, tapi Id Card ada,” tegasnya. Sebelum laga, perangkat pertandingan dan dewan hakim sempat menggelar pertemuan dan memutuskan bahwa atlet Halbar boleh bertanding.

Namun, keputusan itu berubah saat di lokasi. “Tibanya di lokasi, Ketua PB Muaythai malah menolak dan tidak izinkan peserta yang bermasalah ikut tanding,” tandas Hardi.

Prestasi Atlet Jadi Taruhan

Dua atlet asal Ternate yang ditolak, Sahriknal dan Santo, disebut memiliki prestasi di cabang Muaythai. Mereka memilih membela Halbar, bukan kontingen Kota Ternate, demi pembinaan dan pengembangan karier.

“Setiap atlet perlu pembinaan dan sportif biar prestasinya kelihatan. Kedua atlet Ternate itu punya prestasi Muaythai, tapi tetap tidak mau ikut kontingen Kota Ternate,” kata Hardi.

Evaluasi untuk Porprov ke-V

Insiden ini menjadi catatan keras bagi panitia Porprov ke-V Malut yang digelar di Halut. Hardi mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja panitia agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ini harus jadi catatan dan bahan evaluasi bagi panitia Porprov ke-V Malut di Halut,” pungkasnya.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: poskomalut.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top