iPhone Ultra Dikabarkan Rilis 2026, Ini 5 Kompromi yang Harus Diketahui

Penulis: Hendri Saputra  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:00:01 WIB
Warga mengamati unit tiruan (dummy unit) iPhone Ultra yang dikabarkan rilis pada 2026 di sebuah pameran gadget.

MALUKU UTARA — iPhone lipat pertama Apple akhirnya menemui titik terang. Berdasarkan laporan terbaru, perangkat yang kemungkinan besar akan dipasarkan dengan nama iPhone Ultra ini dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat. Namun, harga premium yang ditawarkan tampaknya tidak sebanding dengan kelengkapan fitur, karena perangkat ini justru menghadirkan sejumlah kemunduran signifikan dibandingkan iPhone standar.

Daftar Kompromi di iPhone Ultra

Berbagai laporan dan bocoran unit tiruan (dummy unit) yang beredar mengungkap setidaknya lima hal yang tidak akan hadir di iPhone Ultra. Berikut rinciannya:

1. Kamera Telefoto

Alih-alih tiga kamera, iPhone Ultra dikabarkan hanya akan dibekali dua lensa di bagian belakang. Komposisinya terdiri dari kamera utama (Main) dan kamera ultrawide. Dengan kata lain, perangkat ini tidak memiliki kamera telefoto untuk zoom optik jarak jauh.

Kedua sensor yang digunakan kabarnya sama-sama beresolusi 48 MP, mirip seperti yang ada di iPhone 17 versi standar. Bagi pengguna yang terbiasa memotret dengan kemampuan zoom tinggi, ini bisa menjadi kekurangan paling terasa dari desain perangkat.

2. Tombol Aksi (Action Button)

Berdasarkan bocoran dummy unit, iPhone Ultra tidak akan memiliki Action Button. Bahkan, perangkat ini disebut menjadi iPhone pertama dalam sejarah yang tidak memiliki sakelar mute (pembisuan) dalam bentuk apa pun.

Dari gambar unit tiruan, sisi kiri perangkat tampak kosong tanpa tombol sama sekali. Tombol samping (side button) dan tombol kontrol kamera (Camera Control) direncanakan berada di sisi kanan. Sementara itu, tombol volume justru dipindahkan ke sisi atas perangkat, mirip seperti tata letak pada iPad mini.

3. Face ID

Inovasi Face ID yang debut sejak iPhone X pada 2017 diprediksi tidak akan hadir di iPhone Ultra. Sebagai gantinya, Apple dikabarkan akan kembali menggunakan Touch ID yang tertanam di tombol samping (side button).

Keputusan ini kemungkinan besar diambil karena desain perangkat yang sangat tipis. Selain itu, Apple juga akan kesulitan menempatkan dua set komponen Face ID—satu untuk layar luar dan satu untuk layar dalam. Penggunaan Touch ID di tombol daya sebenarnya bukan hal baru bagi Apple, karena teknologi serupa masih dipakai di sebagian besar lini iPad.

4. Pengisian Daya Nirkabel MagSafe

Bocoran dummy unit iPhone Ultra tidak menunjukkan adanya cincin magnet MagSafe di bagian belakang perangkat. Hal ini mengindikasikan bahwa pengisian daya nirkabel gaya MagSafe kemungkinan besar tidak didukung.

Alih-alih MagSafe, iPhone Ultra mungkin hanya mendukung pengisian daya nirkabel standar, serupa dengan yang digunakan Samsung pada Galaxy Z Fold 8. Meski begitu, kabar ini masih belum final dan Apple bisa saja memberikan kejutan di menit terakhir.

5. Slot SIM Fisik

Berdasarkan informasi dari analis Ming-Chi Kuo dan Bloomberg, iPhone Ultra akan dijual secara global hanya dengan dukungan eSIM. Artinya, perangkat ini tidak memiliki slot SIM fisik sama sekali di semua wilayah pemasaran.

Faktor desain yang ultra tipis kembali menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Sebelumnya, iPhone Air juga sudah menerapkan kebijakan eSIM-only di seluruh dunia. Berbeda dengan iPhone 17 dan iPhone 17 Pro yang masih menyediakan slot SIM fisik di pasar seperti China, iPhone Ultra tampaknya akan konsisten tanpa slot SIM di mana pun.

Desain Lipat vs Fitur: Mana yang Lebih Penting?

Hadirnya berbagai kompromi di atas memunculkan pertanyaan besar: apakah utilitas desain lipat yang inovatif cukup untuk menutupi kekurangan fitur lain? Dengan banderol harga yang menyentuh angka Rp 33 jutaan, ekspektasi konsumen tentu sangat tinggi.

Bagi sebagian pengguna, ketiadaan kamera telefoto mungkin bisa dimaklumi, terutama jika kualitas kamera utamanya mumpuni. Begitu pula dengan Touch ID yang mungkin terasa lebih praktis bagi sebagian orang. Namun, kehilangan dukungan MagSafe bisa menjadi masalah besar, terutama bagi pengguna yang sudah memiliki ekosistem aksesori magnetik Apple di rumah.

iPhone Ultra jelas bukan perangkat untuk semua orang. Produk ini tampaknya menyasar pengguna yang memprioritaskan faktor bentuk baru dan pengalaman layar lipat, dengan kesediaan untuk berkompromi pada fitur-fitur standar yang sudah mapan. Keputusan akhir tetap ada di tangan konsumen, apakah inovasi desain cukup menggoda untuk merelakan fitur-fitur tersebut.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top