TERNATE — Jelang digelarnya sejumlah agenda dan event berskala nasional di Kota Ternate pada akhir Agustus 2026, Swalayan Tara No Ate mulai menggenjot berbagai persiapan guna mengantisipasi membeludaknya jumlah pengunjung. Langkah ini diambil mengingat pusat oleh-oleh tersebut menjadi salah satu destinasi utama wisata belanja di Maluku Utara.
Direktur Swalayan Tara No Ate Ternate, Burhanudin Rope, menyatakan bahwa persiapan sejatinya telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Fokus utama pembenahan menyasar kesiapan stok produk dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi mitra swalayan.
“Kalau event itu mendatangkan banyak orang, otomatis orang akan datang dan belanja oleh-oleh. Aktivitas tersebut tentu banyak berpusat di Tara No Ate,” ujarnya.
Menurut Burhanudin, peningkatan kunjungan harus diimbangi dengan kesiapan stok produk UMKM. Pihaknya telah meminta para mitra untuk memastikan ketersediaan barang sehingga tempat penjualan di dalam swalayan tetap terisi penuh selama event berlangsung.
Pembenahan tidak hanya berhenti pada stok. Sejumlah fasilitas pendukung juga menjadi prioritas, termasuk perbaikan pencahayaan di dalam ruangan, pendingin udara (AC), serta aspek kebersihan dan kenyamanan secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pengunjung yang datang.
Persiapan tersebut turut mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Tara No Ate yang berada di bawah pembinaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Ternate, mendapatkan perhatian dan arahan langsung dari Ketua Dekranasda yang juga Wali Kota Ternate.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang lebih besar, manajemen juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate. Pihak swalayan telah menyurati instansi tersebut untuk meminta bantuan sejumlah staf guna mendukung pelayanan selama event nasional berlangsung.
“Kami berterima kasih kepada Kepala Dinas Perindag yang mau bekerja sama dengan Tara No Ate dengan meminjamkan beberapa staf. Ini sangat membantu kami jika terjadi lonjakan pengunjung,” katanya.
Burhanudin berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat berjalan sesuai harapan dan ekspektasi. Ia optimistis meningkatnya kunjungan wisatawan serta peserta event nasional akan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan penjualan produk lokal dan oleh-oleh khas Maluku Utara.
“Kami berharap apa yang sudah kami persiapkan dan ekspektasikan terkait peningkatan kunjungan nantinya dapat berjalan sesuai harapan,” pungkasnya.