Jembatan Bailey Meluncur ke Flores, PU Kebut Akses Darurat

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:57:01 WIB
Tiga unit jembatan Bailey disiapkan untuk mempercepat pemulihan akses darurat di Flores, NTT, pascagempa bumi 15 Agustus 2026.

Jakarta – Penanganan darurat infrastruktur konektivitas di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dikebut Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pascagempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.

Salah satu langkah percepatan yang ditempuh yakni mengerahkan 3 unit jembatan Bailey sebagai akses sementara, agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah terdampak tetap lancar.

Ketiga unit jembatan Bailey dengan bentang masing-masing 30 meter tersebut dimobilisasi dari BBPJN Jawa Timur–Bali, BPJN Nusa Tenggara Barat (NTB), dan BBPJN Sulawesi Selatan untuk selanjutnya dikirim menuju Flores.

Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan infrastruktur pascabencana selalu mengutamakan kebutuhan masyarakat, dengan akses konektivitas yang harus segera dipastikan agar mobilitas warga serta distribusi bantuan dan logistik tetap berjalan.

"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," kata Menteri Dody.

Untuk jembatan Bailey dari BBPJN Sulawesi Selatan, saat ini tengah dalam proses pengangkutan komponen ke kendaraan logistik. Sementara untuk distribusi rangka jembatan, akan dijadwalkan pada Senin (24/8) menunggu jadwal kapal dari Pelabuhan Selayar menuju Labuan Bajo. Ditargetkan, komponen jembatan serta rangka akan tiba di Flores pada Rabu (26/8) mendatang.

Sementara itu, jembatan Bailey dari BBPJN Jawa Timur–Bali saat ini tengah berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya untuk menunggu jadwal pengangkutan yang direncanakan pada Jumat (21/8) menuju Pelabuhan Ende. Setibanya di Ende, jembatan bailey akan dikirim melalui jalur darat menuju wilayah Ruteng dan Labuan Bajo.

Sementara jembatan Bailey dari BPJN NTB sudah dalam perjalanan darat menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima. Jika tidak ada hambatan, komponen jembatan akan diberangkatkan dengan kapal feri menuju Labuan Bajo pada Sabtu (22/8) dan ditargetkan tiba di Flores Rabu (26/8).

Koordinasi terus dilakukan Dody Hanggodo agar mobilisasi ketiga jembatan Bailey sesuai rencana, dengan penempatan jembatan sementara yang akan menyesuaikan hasil pemeriksaan teknis dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Saat ini Kementerian PU tengah mengidentifikasi kerusakan Jembatan Wae Pesi sepanjang 100 meter pada ruas Ruteng–Reo–Kedindi, Kabupaten Manggarai. Berdasarkan hasil survei awal, ditemukan adanya pergeseran pada pilar dan abutmen serta kerusakan expansion joint pada Jembatan Wae Pesi, untuk menentukan penanganan yang tepat, saat ini tengah dilakukan identifikasi lebih detail pada jembatan tersebut.

Melalui penanganan darurat ini, Kementerian PU berharap kebutuhan masyarakat segera terlayani, aktivitas warga segera pulih, dan arus logistik di Flores tetap terjaga. Pemeriksaan teknis terhadap infrastruktur terdampak lainnya juga terus berjalan sebagai dasar penanganan lanjutan.

Reporter: Redaksi
Back to top