MALUKU UTARA — Keputusan Nindy Ayunda untuk membatasi aktivitas di panggung hiburan bukan tanpa alasan. Di usianya yang kini menginjak 37 tahun, istri Dito Mahendra ini menegaskan bahwa kenyamanan keluarga menjadi prioritas utama di atas segalanya.
Wanita bernama lengkap Anindia Yandirest Ayunda Fadli ini buka suara soal kriteria pekerjaan yang masih mau ia terima. Bukan sekadar bayaran, Nindy mengaku kerap menanyakan arah pembahasan acara sebelum menyetujui undangan tampil.
"Sebenarnya sering diundang, cuma sering banget aku milih, kayak 'mau bahas apa sih?'. Soalnya suka kayak gak enak gitu kalau bahasanya tentang sesuatu yang kayak flashy-flashy (bahas masa lalu) gitu gak pengen ya," ungkap Nindy saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.
"Kayak gosip apa, emang apa yang menarik? Gak," lanjutnya menegaskan.
Baginya, tampil di layar kaca hanya untuk mengulik kisah lama atau sekadar menghangatkan gosip bukanlah panggung yang menarik. Nindy memilih menjaga jarak dari hal-hal yang berpotensi mengusik privasi rumah tangganya.
Meski mengurangi frekuensi manggung, Nindy menegaskan bahwa sang suami tidak pernah melarangnya berkarier. Justru sesekali bekerja dijadikan momen untuk me time di luar rumah.
"Sesekali kerja atau jadi bintang tamu itu refreshing buat aku," kata Nindy.
Keseimbangan ini ia rasakan cukup ideal. Di satu sisi ia tetap bisa menyalurkan energi kreatifnya, di sisi lain ia punya kendali penuh atas waktu dan privasi keluarganya.
Di luar soal karier, Nindy menyimpan harapan besar untuk kembali merasakan momen mengurus bayi. Ia dan Dito Mahendra tengah berupaya mewujudkan kehadiran anak kedua di tengah keluarga kecil mereka.
"Mau (tambah anak)... Doain aja, susah kan sekarang mau di-iniin, soalnya punya rencana. Gak ada yang ditunda, cuma sekarang usahain dapet yang terbaik aja. Berserah aja," jelas Nindy Ayunda.
Keputusan Nindy untuk menata ulang prioritas ini mencerminkan perubahan arah karier yang lebih matang. Ia memilih tampil hanya ketika merasa nyaman, sebuah sikap yang jarang ditemui di industri hiburan Tanah Air yang kerap menuntut eksistensi terus-menerus.