MALUKU UTARA — Honda Prelude 2026 membuktikan diri sebagai coupe sporty yang lincah saat diuji di jalan pedesaan basah, meski hanya mengandalkan mesin hybrid 200 hp. Di balik kritik soal harga dan paket fitur, performa sasis dan sistem kemudi membuat coupe ini tetap menyenangkan dikemudikan. Pengujian dilakukan dengan ban all-season standar pada suhu sekitar 48 derajat Fahrenheit.
Pengujian Honda Prelude 2026 berlangsung di jalan pedesaan Indiana, Amerika Serikat, saat cuaca mulai dingin dan berembun. Mobil ini merupakan unit uji jangka panjang yang sebelumnya sudah dibahas soal kelemahan pada aspek pengemasan dan nilai jual. Namun, pada sisi kenikmatan berkendara, Prelude menunjukkan karakter yang berbeda.
Hybrid 200 HP dengan Torsi Instan di Putaran Bawah
Prelude mengandalkan sistem hybrid yang menghasilkan tenaga sekitar 200 hp, dengan tambahan torsi instan dari motor listrik. Angka torsi hybrid tercatat 40 lb-ft lebih besar dibanding Honda Civic Si. Kombinasi ini membuat akselerasi keluar tikungan terasa responsif tanpa perlu memutar mesin hingga putaran tinggi.
Ban standar Goodyear Eagle Touring all-season masih memberikan cengkeraman memadai di suhu 48 derajat Fahrenheit dengan gerimis ringan. Ban musim panas Continental ExtremeContact Sport 02 belum dipasang pada unit uji ini.
Front-Wheel Drift Terkendali di Bundaran Jalan
Di bundaran dua lajur yang sepi, Prelude menunjukkan perilaku yang mudah diprediksi. Dengan kontrol traksi aktif, mobil mengikuti jalur dengan netral dan minim drama. Menekan pedal gas dalam-dalam saat keluar tikungan hanya memicu kedipan lampu kontrol traksi di dasbor.
Saat kontrol traksi dimatikan dan mode S+ Shift diaktifkan, karakter mobil berubah lebih liar. Downshift paksa ke gigi satu atau dua membuat front end cenderung understeer, tetapi hentakan gas segera mengoreksi arah sambil memutar ban depan. Pengemudi perlu bekerja cepat pada setir agar mobil tetap rapat di radius bundaran.
Rem Brembo standar memberikan gigitan awal yang kuat dan umpan balik pedal yang jelas. Pengereman telat sebelum masuk tikungan tetap terkendali, mendukung manuver masuk dan keluar bundaran.
Suara Mesin Buatan Speaker dan Karakter yang Tidak Terlalu Serius
Prelude memutar suara mesin buatan melalui speaker kabin. Meski terdengar agak dibuat-buat, karakter suaranya cukup realistis dan menambah sensasi berkendara. Mobil ini tidak berusaha tampil sebagai coupe tegang meski membawa sistem hybrid yang rumit.
Pada kondisi kering, sasis Prelude sudah menunjukkan cengkeraman mumpuni. Di jalan basah, kemampuan mobil memeras traksi dari setup standar tetap mengesankan. Karakternya disebut mirip Honda Fit murah atau S2000 mahal dalam hal kesenangan mendorong batas.
Kritik Harga dan Paket Fitur Belum Selesai
Sejumlah kelemahan Prelude yang disorot sebelumnya berkaitan dengan pengemasan dan nilai jual. Ulasan mendalam soal aspek tersebut akan dibahas terpisah. Untuk saat ini, pengujian difokuskan pada perilaku sasis dan kemudi di kondisi jalan tidak ideal.
Pengujian musim dingin dengan salju direncanakan berikutnya. Prelude akan diuji bagaimana perilakunya di permukaan yang lebih licin, termasuk respons sistem hybrid dan kontrol traksi pada suhu rendah.