Pencarian

Harga Minyak Dunia Turun, Bahlil Jelaskan BBM RI Butuh 2 Minggu Menyesuaikan

Senin, 12 Oktober 2026 • 13:51:01 WIB
Harga Minyak Dunia Turun, Bahlil Jelaskan BBM RI Butuh 2 Minggu Menyesuaikan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan penyesuaian harga BBM membutuhkan jeda sekitar dua minggu.

MALUKU UTARA — Harga bahan bakar minyak di Indonesia tidak langsung turun meski harga minyak mentah dunia sedang melemah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penyesuaian harga BBM membutuhkan waktu jeda sekitar dua minggu, berlaku baik saat harga naik maupun turun. Pernyataan itu disampaikan dalam Rakernas III HIPPI Tahun 2026 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan mekanisme penyesuaian harga BBM dalam negeri tidak berjalan instan. Menurutnya, fluktuasi harga minyak mentah dunia butuh waktu sebelum diterjemahkan menjadi harga jual di SPBU.

Penjelasan itu muncul di tengah tren pelemahan harga minyak dunia yang membuat sebagian masyarakat mempertanyakan mengapa harga BBM di dalam negeri belum ikut turun.

Jeda Dua Minggu Sebelum Harga Disesuaikan

Bahlil menuturkan, penyesuaian harga BBM memerlukan proses tertentu begitu harga minyak mentah dunia berubah. Jeda waktu itu berlaku dua arah, baik ketika harga minyak naik maupun saat harganya turun.

"Saya di-WA-in, 'Pak, BBM sudah turun, kenapa harga belum turun?' Saya bilang, 'Ampun, ampun.' BBM itu kalau dia turun hari ini, kan dua minggu baru dapat penyesuaian harganya," kata Bahlil dalam acara Rakernas III HIPPI Tahun 2026 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Ia menambahkan, pola yang sama berlaku untuk kenaikan harga. Menurut Bahlil, kenaikan harga minyak dunia hari ini belum tentu langsung diikuti penyesuaian harga BBM di dalam negeri pada hari yang sama.

"Begitupun naiknya, kalau dia naik hari ini, belum tentu naik hari ini juga, dua minggu baru lakukan penyesuaian," sambungnya.

BBM Subsidi Hanya untuk yang Berhak

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil kembali menegaskan bahwa produk BBM subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerimanya. Ia secara khusus menyoroti kelompok mampu yang masih menggunakan BBM bersubsidi.

Menurut Bahlil, masyarakat dengan kemampuan finansial cukup seharusnya beralih ke BBM non-subsidi yang dijual sesuai harga pasar. Ia menyebut penggunaan BBM subsidi oleh kelompok mampu tidak sesuai dengan peruntukan program tersebut.

"Tapi untuk BBM yang orang kaya, ya harus pakai harga pasar. Nggak mungkin pakai BBM subsidi. Kan, kantong bagus. Masa kantong bagus mau pakai barang subsidi? Sory ya," tegas Bahlil.

Dampak ke Konsumen dan Pengawasan Subsidi

Mekanisme jeda dua minggu membuat harga BBM di SPBU tidak serta-merta mengikuti pergerakan harian harga minyak mentah dunia. Bagi konsumen, periode tersebut menjadi rentang waktu ketika harga di pompa bisa berbeda dari ekspektasi berdasarkan berita harga minyak global.

Pernyataan Bahlil juga mengisyaratkan pengetatan pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran. Kelompok yang dinilai mampu diarahkan menggunakan BBM non-subsidi, sejalan dengan upaya menjaga beban anggaran subsidi tetap terkendali.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal penyesuaian harga BBM berikutnya atau besaran perubahan yang mungkin berlaku.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks