TERNATE — Puluhan pengurus dan anggota Ormas Oi serta komunitas Senja Ternate bergantian naik panggung membawakan karya-karya Iwan Fals. Dari "Sumbang", "Bongkar", hingga "Tak Biru Lagi Lautku" mengalun sepanjang malam, ditutup dengan "Kemesraan" yang dinyanyikan bersama-sama.
Ketua Ormas Oi Ternate, M. Isbandi, menyebut kegiatan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun organisasi yang ke-27. Ia menekankan momentum ini digunakan untuk mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus memberi ruang berekspresi bagi para seniman jalanan di kota itu.
"Lewat kegiatan seperti ini, kita ingin membangun kebersamaan, menjaga silaturahmi dan memberikan ruang kepada teman-teman untuk terus berkarya. Musik menjadi salah satu cara untuk menyatukan kita," kata Isbandi dalam rilis yang diterima redaksi.
Sinergi Ormas dan Komunitas Seniman Jalanan
Kolaborasi ini disebut Isbandi sebagai upaya membangun sinergi antarkomunitas di Ternate. Ia berharap ruang-ruang kreatif seperti ini terus hidup dan tidak berhenti pada agenda seremonial belaka.
"Ini bisa menjadi awal dari kolaborasi dan kegiatan kreatif lainnya di Ternate," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pengurus, anggota, serta komunitas Senja Ternate yang mendukung terlaksananya acara tersebut.
Lurah Tanah Raja Tampil sebagai Enal Fals
Sorotan dalam tribut ini tertuju pada sejumlah pengurus yang turun panggung. Enal Fals, yang sehari-hari menjabat sebagai Lurah Tanah Raja Ternate, ikut membawakan beberapa lagu. Ada pula Hasan Ali atau Ata Fals yang tampil dengan nama panggung Ata deng Kofia.
Dua musisi dari komunitas Senja Ternate, Ancu dan Nengo, juga tampil menghibur para pengunjung kawasan kuliner yang memadati area belakang Jatiland Mall.
Rangkaian HUT ke-81 RI di Ternate
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan kemerdekaan di Ternate. Pembina Ormas Oi Ternate, M. Rahmi Husen atau Abang Naid, turut hadir mendampingi jajaran pengurus dan anggota sepanjang acara berlangsung.
Suasana kebersamaan terasa kental saat seluruh pengunjung diajak menyanyikan lagu "Kemesraan" sebagai penutup, menandai berakhirnya tribut yang berlangsung hingga dini hari.