TERNATE — Seorang nelayan asal Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, dipastikan selamat setelah dilaporkan hilang selama 26 hari di laut. Esau Sidemo (57) ditemukan dalam kondisi lemah oleh awak kapal kargo LNG Endeavour yang melintasi Samudra Pasifik, Sabtu (1/8) pukul 17.23 WIT.
Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyebut korban saat ini berada di atas kapal berbendera Prancis yang sedang berlayar menuju Yangshan LNG Terminal, Shanghai, China.
Penemuan Berkat Kejelian Awak Kapal, Bukan Radar
Kapal LNG Endeavour mengubah haluan setelah seorang awak kapal melihat korban secara visual. Perahu kecil yang digunakan Esau tidak terdeteksi radar maupun peralatan navigasi kapal.
Saat kapal mendekat, korban sempat melompat ke laut. Awak kapal segera melemparkan pelampung penyelamat yang berhasil diraih Esau sebelum akhirnya dievakuasi naik ke kapal menggunakan gangway.
Perawatan Intensif di Rumah Sakit Kapal
Setelah dievakuasi, Esau langsung dibawa ke rumah sakit kapal. Penanganan medis dilakukan berdasarkan konsultasi jarak jauh dengan dokter di Prancis.
"Setelah kondisinya berangsur stabil, korban ditempatkan di kabin untuk menjalani pemulihan hingga siap diserahkan kepada pihak yang berwenang," ujar Iwan dalam keterangannya, Senin (3/8).
Kapal LNG Endeavour diperkirakan tiba di Shanghai pada 7-8 Agustus 2026. Basarnas Ternate telah meminta pihak kapal berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Shanghai terkait proses pemulangan korban ke Indonesia.
Kronologi Hilangnya Nelayan Ternate
Esau dilaporkan keluar rumah untuk melaut pada Selasa (7/7) dari perairan Pulau Batang Dua. Perahunya terbawa arus hingga dinyatakan hilang dan tidak diketahui keberadaannya.
Informasi penemuan korban diterima Command Center Basarnas dari salah satu anggota DPRD daerah pemilihan Pulau Batang Dua pada Minggu (2/8) pukul 14.00 WIT. Petugas kemudian menghubungi keluarga korban dan mendapatkan nomor telepon kru kapal yang menemukan Esau.
Basarnas Pantau Proses Pemulangan
Iwan Ramdani menyampaikan apresiasi kepada nakhoda dan kru LNG Endeavour yang telah menemukan serta merawat korban dengan baik. Basarnas akan terus memantau perkembangan kondisi Esau hingga proses pemulangan ke keluarganya di Pulau Batang Dua.