MALUKU UTARA — Overtone hadir di tengah kejenuhan pengguna aplikasi kencan konvensional. Survei Forbes Health pada 2024 mencatat 78 persen pengguna aplikasi kencan merasa burnout, dengan rata-rata waktu 51 menit per hari yang seringkali tidak menghasilkan koneksi bermakna. McLeod ingin mengubah pendekatan itu.
Bukan Aplikasi Kencan Biasa
McLeod menegaskan Overtone bukanlah aplikasi kencan seperti yang kita kenal. "Overtone bukan aplikasi kencan," tulisnya dalam sebuah posting blog. "Maksud saya, ini bukan platform sosial dengan profil yang mereduksi orang menjadi statistik, kutipan, dan foto."
Tidak ada umpan algoritmik yang dilatih berdasarkan impuls sesaat. Tidak ada lagi sistem like, match, dan chat yang harus dikelola secara bersamaan dengan banyak orang. Pendekatan ini sengaja dirancang untuk mengurangi rasa lelah akibat pilihan yang tak terbatas.
Peran AI dan Kurasi Manusia
Alih-alih menyerahkan seluruh proses kenalan ke mesin, McLeod menggunakan AI untuk menyaring calon pasangan yang potensial. "Kami mengenal setiap orang secara mendalam, mempelajari mereka melalui suara mereka sendiri, mendengar cerita unik mereka," jelas McLeod.
Overtone hanya akan memperkenalkan orang-orang yang dinilai benar-benar cocok, berdasarkan ilmu hubungan dan refleksi yang matang. Setiap rekomendasi disertai penjelasan transparan mengapa seseorang dianggap sebagai jodoh yang tepat. Ini kontras dengan aplikasi lain yang kerap membuat pengguna ghosting karena ilusi pilihan tak terbatas.
Pendanaan dan Jajaran Dewan
Putaran pendanaan ini melibatkan Match Group—induk perusahaan Hinge, Tinder, dan OkCupid—bersama FirstMark Capital dan Pace Capital. McLeod sendiri mundur dari jabatan CEO Hinge pada tahun lalu untuk fokus mengembangkan Overtone.
Overtone juga mengumumkan jajaran dewan yang mentereng: terapis hubungan terkenal Esther Perel, CEO Match Spencer Rascoff, dan konsultan kepemimpinan Diana Chapman. Kehadiran Perel mengindikasikan pendekatan berbasis psikologi hubungan yang lebih serius.
Kapan Tersedia?
Overtone direncanakan rilis tahun ini, namun hanya di lokasi tertentu. Detail lokasi dan harga berlangganan belum diumumkan. Layanan ini bergabung dengan tren aplikasi kencan baru seperti Ditto dan Date Drop yang juga mengandalkan AI untuk menjodohkan, bukan sekadar menampilkan katalog profil.
Bagi pengguna yang lelah dengan swipe dan ingin pendekatan kencan yang lebih reflektif serta personal, Overtone patut dinantikan. Namun, efektivitasnya baru bisa diuji setelah layanan benar-benar beroperasi dan diuji oleh publik.