MALUKU UTARA — Dua lembaga riset, Counterpoint Research dan Omdia, sepakat mencatat rekor baru Apple pada periode April-Juni 2026. Omdia, dalam laporan terbarunya yang dikutip dari MacMagazine, menyebut pangsa pasar iPhone naik dari 16% pada Q2 2025 menjadi 20% — angka tertinggi yang pernah diraih Apple di kuartal yang biasanya merupakan periode paling lambat bagi penjualan iPhone.
Kinerja Kuartal Kedua Apple Pecah Rekor
Menurut Omdia, seri iPhone 17 menjadi motor utama pertumbuhan. "iPhone 17 series delivered one of the strongest iPhone refresh and upgrade cycles in Apple’s history," tulis Omdia dalam laporannya.
Apple juga diuntungkan oleh strategi harga yang stabil di saat para pesaing terpaksa menaikkan harga jual produk mereka. Namun, Omdia memperingatkan bahwa kenaikan harga yang sudah mulai diterapkan Apple pada produk lain di akhir Q2 2026 bisa berdampak pada penjualan iPhone ke depannya.
Peta Pangsa Pasar: Samsung Masih Juara, Xiaomi dan OPPO Tertekan
Meskipun Apple mencetak rekor, Samsung tetap memimpin pasar dengan 22% pangsa pasar versi Omdia, naik dari 20% di Q2 2025. Sementara itu, pabrikan China justru mengalami penurunan signifikan.
- Xiaomi: turun dari 15% menjadi 11%
- OPPO: turun dari 12% menjadi 10%
- vivo: turun dari 8% menjadi 8% (stabil)
Counterpoint Research sebelumnya melaporkan tren serupa, meski dengan angka yang sedikit berbeda: Samsung 24%, Apple 20%, Xiaomi 12%, OPPO 11%, dan vivo 8%.
Krisis Memori Ancam Kuartal Berikutnya
Omdia mencatat bahwa krisis pasokan chip memori menjadi penyebab utama turunnya pengiriman smartphone global sebesar 4% year-on-year. Ini menjadikan Q2 2026 sebagai kuartal terlemah sejak Q2 2023.
Yang lebih mengkhawatirkan, Omdia memperkirakan puncak penurunan justru akan terjadi dalam dua kuartal mendatang. "Kami mengantisipasi penurunan volume paling tajam akan terjadi di dua kuartal ke depan, ketika puncak permintaan musiman — yang didorong oleh peluncuran baru, liburan, dan festival belanja — bertabrakan dengan pasokan chip memori yang terbatas," tulis Omdia.
Dampak ke Konsumen Indonesia
Bagi pengguna di Indonesia, kondisi ini bisa berarti dua hal. Pertama, harga iPhone bekas seri 16 dan 17 kemungkinan masih akan bertahan tinggi karena pasokan baru terbatas. Kedua, jika Apple akhirnya menaikkan harga iPhone di penghujung tahun, konsumen Tanah Air yang biasanya membeli via distributor resmi atau jalur impor harus siap merogoh kocek lebih dalam.
Belum ada pernyataan resmi dari Apple Indonesia terkait potensi penyesuaian harga. Namun, pola tahun lalu menunjukkan bahwa kenaikan harga global biasanya diikuti oleh penyesuaian di pasar lokal dalam 1-2 bulan setelahnya.