MALUKU UTARA — Pertandingan sengit di Stadion Atlanta, Selasa (7/7) atau Rabu (8/7) dini hari WIB, menyajikan drama luar biasa. Argentina yang sempat tertinggal 0-2 sukses membalikkan keadaan menjadi 3-2, memastikan tiket ke perempat final. Namun, kemenangan ini tak luput dari sorotan tajam terkait kepemimpinan wasit Francois Letexier.
Messi: "Jika Bilang Itu Bukan Pelanggaran, Sepak Bola Bukan untuk Anda"
Messi menanggapi langsung tuduhan kontroversi yang mengemuka. Menurutnya, semua keputusan krusial sudah melalui proses pemeriksaan VAR dan tidak perlu diperdebatkan lagi.
"Jujur saja, saya tidak mengerti perdebatan ini. Jika Anda berpikir itu bukan pelanggaran, mungkin sepak bola bukan untuk Anda," tegas Messi kepada media, dikutip dari Tribuna.
Ia merujuk pada insiden sebelum gol ketiga Argentina. "Pemain mereka jelas-jelas menginjak Martinez sebelum bola dimainkan. Situasi seperti inilah alasan kita memiliki VAR, untuk membantu wasit membuat keputusan yang tepat."
Bukan Penalti atau Gol Dianulir, Ini Pemicu Utama Kontroversi
Berbeda dengan dugaan banyak pihak, sumber kontroversi bukanlah penalti yang didapat Argentina atau gol Mesir yang dianulir. Sorotan utama justru tertuju pada proses terciptanya gol ketiga Argentina yang dicetak Enzo Fernandez.
Sebelum gol tersebut, bintang Mesir, Mohamed Salah, terjatuh di kotak penalti. Banyak pihak menilai insiden itu serupa dengan pelanggaran yang dialami bek Argentina, Lisandro Martinez, yang kemudian berujung pada gol kemenangan. Wasit Letexier juga dinilai kerap mengabaikan pelanggaran keras gelandang Argentina, Alexis Mac Allister, terhadap pemain Mesir.
Keributan Messi dengan Pelatih Mesir Warnai Akhir Laga
Ketegangan memuncak setelah gol Enzo tercipta. Messi terlibat adu mulut dengan pelatih Mesir, Hossam Hassan, di pinggir lapangan. Akibat insiden itu, Hassan mendapat kartu kuning, sementara asisten pelatih Mesir harus menerima kartu merah dan diusir keluar lapangan.
Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke babak perempat final. Namun, kontroversi yang menyertainya dipastikan akan terus menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan pendukung Mesir yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit.