TERNATE — Kenaikan tarif masuk Pelabuhan Bastiong yang dilakukan PT Pelindo Cabang Ternate menuai protes dari pengguna jasa. Tarif kendaraan roda dua naik lebih dari dua kali lipat, sementara tarif untuk roda empat dan enam belum diumumkan secara resmi.
Fasilitas Jalan dan Parkir Dinilai Tak Layak
Hamsa Muin, seorang warga pengguna jasa pelabuhan, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui di lokasi, Senin (6/7/2026). Menurutnya, besaran tarif yang ditarik setiap hari dari pengendara tidak sebanding dengan kondisi pelabuhan saat ini.
"Kenaikan karcis masuk pelabuhan tidak berbanding lurus dengan fasilitas yang disediakan, terutama jalan dalam area pelabuhan," ujar Hamsa.
Ia menambahkan, pendapatan dari karcis masuk setiap harinya mencapai jutaan rupiah. Namun, kondisi jalan dan area parkir di dalam pelabuhan dinilai masih memprihatinkan dan belum memenuhi kebutuhan warga.
Warga Minta Perbaikan Infrastruktur Didahulukan
Hamsa menegaskan, seharusnya PT Pelindo memperbaiki sarana dan prasarana terlebih dahulu sebelum memutuskan menaikkan tarif. "Fasilitas minim, jalan hancur, karcis dinaikan," semburnya.
Pelabuhan Bastiong merupakan salah satu titik utama penyebrangan antar pulau di Maluku Utara. Setiap hari, ribuan kendaraan roda dua dan empat melintas untuk menyeberang ke sejumlah pulau di wilayah tersebut.
Pelindo Belum Memberikan Tanggapan
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pelindo Cabang Ternate belum dapat dimintai konfirmasi terkait keluhan warga. Upaya yang dilakukan awak media untuk menghubungi manajemen perusahaan belum membuahkan hasil.
Belum diketahui secara pasti apakah tarif untuk kendaraan roda empat dan enam juga akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Kebijakan ini juga belum diumumkan secara resmi melalui kanal komunikasi publik Pelindo.