TERNATE — RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Provinsi Maluku Utara memulai langkah pembenahan layanan dengan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) bersama masyarakat di aula rumah sakit, Kamis (2/7/2026). Forum ini menjadi ajang bagi manajemen untuk mendengar langsung keluhan dan usulan dari pengguna layanan.
Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., mengatakan forum tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit membangun pelayanan yang terbuka dan partisipatif.
“Kami ingin setiap masukan menjadi dasar perbaikan layanan. Pelayanan yang baik lahir dari komunikasi yang terbuka dengan masyarakat,” kata Rosita.
Parkir Liar dan Keamanan Jadi Keluhan Utama
Dalam forum tersebut, peserta menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai mengganggu kenyamanan pasien dan pengunjung. Parkir liar di kawasan depan rumah sakit menjadi salah satu keluhan utama, disusul oleh masalah keamanan lingkungan yang masih mengandalkan personel Satpol PP.
Menanggapi hal itu, Rosita mengungkapkan dua langkah prioritas. Pertama, pembangunan area parkir yang lebih representatif direncanakan pada tahun depan. Kedua, dalam waktu dekat, rumah sakit akan menata arus kendaraan dengan sistem satu jalur untuk menertibkan parkir liar.
“Tahun ini kami fokus menata arus lalu lintas dengan sistem satu jalur dan menertibkan parkir liar agar akses masuk rumah sakit lebih tertib,” ujarnya.
Sementara itu, untuk meningkatkan rasa aman, manajemen berencana menambah tenaga keamanan profesional menggantikan personel Satpol PP yang selama ini bertugas.
Antrean Panjang di IGD dan Farmasi, Ini Solusi RS
Persoalan waktu tunggu di poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan instalasi farmasi juga menjadi sorotan. Masyarakat mengusulkan penyediaan depo obat di setiap unit pelayanan agar proses pengambilan obat lebih cepat.
Rosita menjelaskan, rumah sakit telah menerapkan sistem pendaftaran digital melalui aplikasi Mobile JKN dan kios mandiri untuk mencetak Surat Eligibilitas Peserta (SEP). Namun, optimalisasi sistem ini masih terkendala sosialisasi kepada masyarakat.
“Sistem antrean sudah berbasis online. Tantangannya sekarang adalah memastikan masyarakat memahami cara menggunakannya,” katanya.
Untuk mengatasi kepadatan di IGD, RSUD Chasan Boesoirie akan memulai perluasan ruang IGD pada bulan ini. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan pasien dan meningkatkan kenyamanan pelayanan gawat darurat.
“Perluasan IGD segera dimulai agar pelayanan lebih nyaman dan tidak terjadi penumpukan pasien,” ujar Rosita.
Akademisi Dorong Budaya Pelayanan Berorientasi Keselamatan Pasien
Forum yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan ini juga mendapat masukan dari kalangan akademisi. Perwakilan dari Universitas Khairun, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, dan Poltekkes Kemenkes Ternate mendorong peningkatan kapasitas layanan, pengelolaan waktu tunggu yang lebih efektif, serta penguatan budaya pelayanan yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien.
Rosita memastikan seluruh rekomendasi yang disampaikan dalam FKP akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut manajemen rumah sakit.
“Seluruh masukan akan kami jadikan pijakan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan sesuai harapan masyarakat Maluku Utara,” tuturnya.
Forum tersebut turut dihadiri oleh perwakilan pasien, organisasi masyarakat sipil, BPJS Kesehatan Cabang Ternate, PT Kimia Farma Ternate, Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara, Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, serta pimpinan media massa lokal.