Pencarian

Puskesmas Pembantu Kawasi di Pulau Obi Diperluas, Warga Tak Lagi Tempuh Laut Demi USG ke Labuha

Selasa, 30 Juni 2026 • 16:07:01 WIB
Puskesmas Pembantu Kawasi di Pulau Obi Diperluas, Warga Tak Lagi Tempuh Laut Demi USG ke Labuha
Perluasan Puskesmas Pembantu Kawasi di Pulau Obi tingkatkan layanan kesehatan setara klinik kecamatan.

OBI — Di Pulau Obi, Halmahera Selatan, jarak bukan sekadar angka. Bagi warga desa terpencil, berobat ke pusat kecamatan atau Labuha berarti mengarungi laut dan jalan darat yang tak selalu mulus. Kondisi itulah yang coba dipangkas lewat perluasan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Kawasi.

Fasilitas Kini Setara Klinik Kecamatan

Pustu Kawasi yang dibangun pada 2020 dan resmi beroperasi penuh tahun lalu bukan lagi sekadar pos kesehatan desa. Bangunan ini dilengkapi pelayanan umum, konsultasi dokter, Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), KB, serta tindakan medis darurat. Sebuah apotek juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan warga.

Health and Education Supervisor Harita Nickel, Ragil Pardiantoro, mengatakan penempatan tenaga medis disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. “Kami menempatkan satu dokter umum, lima perawat, dan tiga orang bidan. Pelayanan seperti Posyandu untuk ibu dan anak, serta pengobatan penyakit, sudah berjalan dengan sangat baik sejak tahun 2024,” jelasnya.

USG Kini Bisa Dilakukan di Desa, Bukan Lagi ke Labuha

Salah satu perubahan paling dirasakan warga adalah ketersediaan alat USG. Sebelum Pustu ini diperluas, ibu hamil di Kawasi harus menempuh perjalanan laut ke Labuha—pusat Kabupaten Halmahera Selatan—hanya untuk pemeriksaan kehamilan.

“Untuk USG kami bisa lakukan lewat Pustu, kalau dulu hanya bisa ke Labuha. Sudah sangat membantu kami,” ujar Indah Dewi Siar, warga Pemukiman Baru Desa Kawasi. Ia mengaku pemeriksaan kesehatan anak-anaknya kini tak lagi terbentur jarak dan waktu tempuh yang ekstrem.

Kolaborasi Pemda dan Perusahaan Tambang

Perluasan Pustu Kawasi merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Harita Nickel, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Obi. Ragil menegaskan bahwa pembangunan sosial di Pulau Obi adalah bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

“Harita Nickel meyakini bahwa keberadaan industri harus membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, bagi kami pembangunan sosial di Pulau Obi adalah bagian dari tanggung jawab untuk memastikan setiap keluarga memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang masa depan yang lebih baik,” kata Ragil.

Dampak Langsung ke Warga: Waktu Tempuh Terpangkas Drastis

Sebelum Pustu diperluas, warga Kawasi harus menghabiskan waktu hampir setengah hari hanya untuk mencapai Puskesmas Induk atau rumah sakit di Labuha. Kini, dengan layanan yang setara, keluhan umum seperti demam, luka, hingga pemeriksaan ibu hamil bisa ditangani di desa sendiri. Indah menyebut kehadiran Pustu berhasil memangkas mata rantai hambatan geografis yang selama ini membatasi akses medis warga.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks