HALMAHERA TENGAH — Rombongan Kementerian Ketenagakerjaan meninjau langsung pusat pelatihan IWIP, dengan fasilitas pelatihan alat berat sebagai titik utama. Yassierli didampingi Presiden Direktur PT IWIP Kevin He beserta jajaran manajemen mendapat pemaparan soal program pelatihan yang disiapkan perusahaan bagi calon pekerja lokal.
Pelatihan di kawasan industri itu menyasar calon tenaga kerja yang belum memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Peserta mengikuti pelatihan secara gratis sesuai bidang yang diminati, tanpa dipungut biaya.
Dari 71.808 peserta yang tercatat sejak 2019, pelatihan Dump Truck 10 Roda menyerap jumlah terbesar, yakni 34.672 orang. Peringkat berikutnya ditempati Welder dengan 16.739 peserta, lalu Excavator 9.945 peserta dan Loader 8.230 peserta.
Dua bidang lain melengkapi daftar: Trailer diikuti 1.173 peserta dan Forklift 1.049 peserta. Enam bidang keterampilan itu menjadi tulang punggung penyiapan tenaga kerja lokal di kawasan industri tersebut.
Selama menjalani pelatihan, peserta memperoleh konsumsi, akomodasi, asuransi kesehatan, alat pelindung diri (APD), serta sertifikat tanpa biaya. Setelah menyelesaikan program, mereka berkesempatan mengikuti proses seleksi untuk bekerja di perusahaan.
Di hadapan ratusan peserta pelatihan, Yassierli meminta kesempatan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan bahwa peluang memasuki dunia kerja tetap harus melalui persyaratan dan tahapan seleksi.
Selain keterampilan teknis, Menaker menyoroti penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri. Menurutnya, aspek safety harus benar-benar dikuasai sebelum peserta terjun ke lapangan.
"Keselamatan kerja sangat penting. Istilahnya safety first. Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan kerja. Saat teman-teman nanti bekerja, pastikan dapat bekerja dengan selamat dan kembali ke rumah dengan selamat. Karena itu, pelatihan terkait aspek safety juga harus benar-benar dikuasai," ujar Yassierli.
Ia menegaskan pemerintah ingin memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring peningkatan kesejahteraan pekerja. Hubungan industrial yang harmonis disebutnya perlu dibangun melalui kolaborasi dan sinergi antara manajemen perusahaan dan pekerja.
Peningkatan investasi, lanjut Yassierli, harus diikuti peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Dengan begitu, tenaga kerja mampu menjalankan tugas secara optimal sekaligus memperoleh kesejahteraan yang lebih baik.
Kevin He berharap kolaborasi pemerintah dan dunia industri terus diperkuat agar semakin banyak tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan berkembang. Menurutnya, keberhasilan pembangunan industri tidak hanya diukur dari pertumbuhan investasi.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan membuka lebih banyak kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk berkembang bersama industri. Bagi kami, keberhasilan pembangunan industri tidak hanya diukur dari pertumbuhan investasi, tetapi juga dari kontribusinya dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan masyarakat. Terima kasih atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin," kata Kevin.
Rangkaian kunjungan juga mencakup peninjauan sejumlah fasilitas operasional IWIP. Rombongan melihat langsung Quality Control Room Smelter, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), serta area pelabuhan yang menopang kegiatan industri di kawasan tersebut.