TALIABU — Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM ke SPBU 86.977.14 di Bobong berjalan sesuai perencanaan. Pengiriman memakai moda transportasi laut dari Fuel Terminal Sanana, sehingga jadwal kedatangan armada menjadi faktor utama dalam menjaga ketersediaan stok.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, menyebut penguatan stok dilakukan pada 29 Oktober lalu. Total yang dikirim ke SPBU Bobong saat itu mencakup 80 ribu liter Pertalite, 10 ribu liter Pertamax, 10 ribu liter Biosolar, dan 2 ribu liter Dexlite.
Bramantyo menjelaskan penambahan 10 ribu liter Pertalite merupakan respons atas kebutuhan warga Bobong. Pada bulan-bulan sebelumnya, suplai Pertalite ke SPBU tersebut hanya 70 ribu liter per pengiriman.
"Pertamina Patra Niaga menambah alokasi tambahan suplai Pertalite sebanyak 10 ribu liter pada pengiriman 29 Oktober lalu, pada bulan-bulan sebelumnya Pertalite di suplai sebanyak 70 ribu liter," ujarnya.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan syahbandar untuk mempercepat proses administrasi dan dokumen berlayar kapal. Tujuannya agar pengiriman tidak tertunda, dengan aspek keselamatan tetap diutamakan.
Pemantauan pada Senin (2/11) menunjukkan stok di SPBU Bobong dalam kondisi baik. Pertalite tersedia 70 ribu liter, Pertamax 12 ribu liter, Biosolar 7 ribu liter, dan Dexlite 1,5 ribu liter.
Penyaluran BBM penugasan Pertalite dan BBM subsidi Biosolar kepada masyarakat tetap mengikuti aturan yang ditetapkan. Pertamina meminta petugas SPBU mengawasi alur pengisian agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Untuk menjaga ketertiban di area SPBU, Pertamina Patra Niaga menggandeng Kepolisian Resor Pulau Taliabu. Kerja sama ini terutama berlaku pada jam-jam sibuk saat antrean kendaraan memadati jalur masuk SPBU.
Petugas di SPBU akan terus siaga mengatur alur pengisian. Warga diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan agar pasokan tetap merata bagi seluruh pengguna di Taliabu dan sekitarnya.
"Kami akan terus melakukan monitoring berkala ketersediaan stok seluruh produk BBM, proses pengiriman serta estimasi kedatangan, dan juga penyalurannya khususnya subsidi agar sesuai aturan yang berlaku," kata Bramantyo.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut soal layanan dan produk Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.