BMKG Ternate Prakirakan Hujan Lebat di Halmahera hingga Morotai, Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Perairan Malut

Penulis: Jamal Nasution  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:16:01 WIB
Petugas BMKG memantau perangkat pemantau cuaca di Kantor BMKG Ternate, Maluku Utara.

TERNATE — Kepala Bagian Teknis BMKG Ternate Muhammad Fauzi Bintiang menyampaikan prakiraan cuaca Maluku Utara berlaku hari ini dan esok hari, Kamis (29/10/2026). Informasi yang dirilis mencakup prakiraan hingga tingkat kelurahan serta prakiraan cuaca berbasis dampak di seluruh wilayah Maluku Utara.

Selain kondisi cerah, BMKG Ternate memperingatkan potensi hujan ringan hingga lebat yang meliputi wilayah Halmahera hingga Kabupaten Pulau Morotai. Warga di kawasan tersebut diminta menyiapkan langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca mendadak.

Kabut Asap Karhutla Masih Turunkan Jarak Pandang di Perairan Malut

Penurunan jarak pandang di laut akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di perairan Maluku Utara. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri bagi pengguna transportasi laut, terutama nelayan dan operator kapal penumpang yang melintasi jalur perairan wilayah tersebut.

BMKG Ternate mencatat tinggi gelombang laut masih bervariasi antara 1,25 meter hingga 2 meter. Angin kencang juga masih meliputi wilayah tenggara Kabupaten Pulau Morotai hingga sebagian wilayah Halmahera.

Wilayah Tenggara Morotai hingga Halmahera Diminta Waspada Angin Kencang

Kombinasi gelombang tinggi dan angin kencang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran rakyat di sekitar tenggara Pulau Morotai dan sebagian Halmahera. Nelayan disarankan memantau pembaruan prakiraan sebelum melaut.

Prakiraan cuaca berbasis dampak yang dirilis BMKG Ternate dapat menjadi acuan warga dan pemerintah daerah dalam mengatur aktivitas luar ruang selama dua hari ke depan. Informasi tingkat kelurahan memungkinkan warga menyesuaikan jadwal perjalanan dan aktivitas harian sesuai kondisi di wilayah masing-masing.

BMKG Ternate merilis prakiraan cuaca wilayah Maluku Utara secara berkala melalui siaran pers. Warga diminta mengikuti pembaruan informasi cuaca mengingat kondisi atmosfer di wilayah kepulauan dapat berubah cepat.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: istanafm.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top