DARUBA — Kerusakan fasilitas publik di kawasan Taman Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, semakin terlihat. Papan kayu yang menutup rangka jalur pejalan kaki di sisi taman yang berbatasan langsung dengan laut itu sudah lapuk, rusak, dan sebagian hilang.
Celah yang tersisa dari papan-papan yang tak lagi utuh berpotensi membahayakan siapa pun yang melintas. Kondisi itu diperparah minimnya penerangan di sebagian area taman pada malam hari.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan tersebar di beberapa titik jalur pedestrian. Papan yang semula menutup rangka besi kini tidak lagi terpasang sempurna.
Warga yang melintas harus berhati-hati karena celah antar papan bisa membuat kaki terperosok. Perbaikan dinilai mendesak agar fungsi fasilitas publik itu tidak makin tergerus.
Selain struktur yang rusak, pencahayaan jadi keluhan utama warga. Sebagian area taman disebut gelap saat malam, padahal lokasi itu rutin dipakai berkumpul.
"Ini taman so layak untuk direhab, di sini kalau malam itu gelap. Tempat ini juga sering jadi tongkrongan anak muda maupun lainnya," kata Onal, warga Kolorae yang sering bersantai di taman tersebut, Rabu, 16 September 2026.
Menurut Onal, Taman Kota Daruba punya potensi besar sebagai ruang publik karena berada di kawasan pesisir. Namun fasilitas yang rusak dan penerangan yang minim membuat warga menahan diri datang.
"Cuma berharap ada perhatian, supaya taman ini mulai ramai lagi," ujarnya.
Posisi pedestrian yang berada tepat di tepi laut membuat perawatannya tidak bisa dilakukan sembarangan. Paparan air laut dan cuaca menjadi penyebab utama kayu cepat lapuk.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan rehabilitasi menyeluruh, mulai dari penggantian papan hingga penambahan lampu taman. Dengan begitu, kawasan itu bisa kembali aman dan nyaman digunakan.