MALUKU UTARA — Medan — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menerima kunjungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Dumai, Johor Port, BRI, serta sejumlah pelaku usaha di Pelabuhan Belawan. Rombongan disambut Executive Director Regional 1 Pelindo, Jonedi Ramli, bersama Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal.
Hadir pula Ketua KADIN Kota Dumai Zulfan Ismaini, Head Container Commercial Department Johor Port Raj Nadarajan, dan Senior Manager Transaksi BRI Regional Office Medan Hanafi Ginting. Agenda utama kunjungan ini adalah memperkenalkan fasilitas, layanan, dan konektivitas Pelabuhan Belawan kepada dunia usaha secara langsung.
Rombongan diajak menyusuri kawasan Pelabuhan Belawan untuk melihat aktivitas bongkar muat dan fasilitas pendukung yang beroperasi sehari-hari. Setelah peninjauan lapangan, peserta menerima pemaparan soal profil, layanan, dan potensi pelabuhan yang selama ini menjadi pintu utama perdagangan Sumatera bagian utara.
Jonedi menilai kunjungan ini memberi kesempatan bagi Pelindo untuk mendekatkan Pelabuhan Belawan ke kalangan pengusaha. Menurutnya, pelabuhan tersebut punya posisi strategis dalam menopang konektivitas dan aktivitas dagang di wilayah Sumatera.
"Pelabuhan Belawan memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas dan aktivitas perdagangan di wilayah Sumatera. Melalui kunjungan ini, para pelaku usaha dapat melihat secara langsung fasilitas dan layanan yang tersedia sekaligus memperoleh gambaran mengenai potensi Pelabuhan Belawan yang dapat mendukung pengembangan aktivitas perdagangan," ujar Jonedi.
Salah satu topik yang mengemuka dalam diskusi adalah peluang konektivitas pelayaran antara Belawan dan Johor Port. Jalur ini dinilai berpotensi mendorong pergerakan barang sekaligus memperkuat hubungan dagang kedua wilayah.
Selain sektor kepelabuhanan, peserta mendapat pemaparan dari BRI soal dukungan dan peluang pembiayaan bagi dunia usaha. Sesi business discussion kemudian dimanfaatkan peserta untuk bertukar informasi dan menjajaki kerja sama yang bisa dikembangkan setelah Business Matching IMT-GT 2026.
Yusrizal menyebut kunjungan langsung memberi gambaran lebih konkret kepada pelaku usaha soal aktivitas dan fasilitas di Pelabuhan Belawan. Ia berharap pertemuan ini membuka ruang bagi peluang bisnis yang bisa dikembangkan ke depan.
"Melalui kunjungan ini, para pelaku usaha dapat melihat langsung aktivitas dan fasilitas yang ada di Pelabuhan Belawan. Kami berharap pertemuan dan diskusi yang berlangsung dapat memberikan gambaran mengenai potensi Pelabuhan Belawan sekaligus membuka ruang bagi peluang bisnis yang dapat dikembangkan ke depan," kata Yusrizal.
Komunikasi yang terbangun antara Pelindo, KADIN Kota Dumai, Johor Port, BRI, dan pelaku usaha diharapkan menjadi langkah awal menindaklanjuti berbagai peluang di sektor kepelabuhanan dan perdagangan. Pelabuhan Belawan sendiri berperan sebagai salah satu simpul konektivitas perdagangan di Sumatera, terutama dalam membuka kerja sama dan pergerakan barang dengan mitra di kawasan regional.