Nottingham Forest Andalkan Oliver Glasner Hentikan Kekacauan Empat Pelatih dalam Satu Musim

Penulis: Galih Prayoga  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 05:34:01 WIB
Oliver Glasner memimpin latihan perdana bersama skuad Nottingham Forest di City Ground.

MALUKU UTARA — Forest finis di peringkat ke-16 musim lalu, sebuah hasil yang nyaris tidak menggambarkan betapa kacaunya perjalanan tim. Catatan Opta menempatkan mereka di posisi yang sama dalam tabel expected points, namun fakta sebagai klub pertama dalam sejarah Premier League yang mempekerjakan empat manajer permanen dalam satu musim menjadi bukti nyata ketidakstabilan tersebut. Tidak satu pun dari pelatih yang datang silih berganti itu mampu meninggalkan catatan positive expected goal difference.

Formasi 3-4-2-1 ala Glasner dan Fondasi Lini Belakang Baru

Glasner, yang diangkat menggantikan Vítor Pereira, langsung menerapkan formasi 3-4-2-1 yang membawanya sukses di Crystal Palace. Adaptasi para pemain memang butuh waktu, tetapi sinyal positif sudah terlihat selama pramusim. Kehadiran tiga bek tengah berkualitas menjadi fondasi utama skema anyar ini.

Pereira sebenarnya sempat dianggap berhasil menstabilkan tim sebelum didepak, sebuah keputusan yang mengejutkan banyak pihak. Namun, reputasi Glasner sebagai peningkatan kualitas dari pendahulunya tidak bisa dibantah, meski ia juga memiliki riwayat konflik dengan manajemen Palace soal kebijakan transfer. Hubungan baik dengan hierarki City Ground akan menjadi ujian besarnya.

Diomande Jadi Investasi Mahal, Lini Serang Masih Butuh Tambahan

Kebijakan transfer Forest musim panas ini berubah drastis. Mereka tidak lagi memburu pemain secara serampangan. Satu-satunya pembelian berbayar sejauh ini adalah Ousmane Diomande, bek tengah asal Pantai Gading berusia 22 tahun yang ditebus dari Sporting seharga £34 juta. Pemain yang sangat dikagumi Glasner ini diharapkan langsung menjadi starter sekaligus investasi jangka panjang.

Perburuan penyerang baru tetap menjadi prioritas utama. Chris Wood yang berusia 34 tahun dianggap tidak mampu lagi diandalkan memimpin lini depan selama semusim penuh karena masalah cedera dan usianya. Liam Delap menjadi target ideal, tetapi Forest harus bersaing dengan Chelsea dan ditebus dengan harga yang tidak murah.

Nasib James McAtee dan Dampak Liburan Ola Aina

James McAtee mengalami musim pertama yang mengecewakan di Nottingham. Ia kesulitan menembus tim utama karena tersendat di belakang Morgan Gibbs-White. Kini, ia berpeluang menjadi pengganti Elliot Anderson di lini tengah setelah gagalnya upaya merekrut Lucas Bergvall. Kualitasnya dalam mengolah bola tidak diragukan, tetapi ia harus meningkatkan ketajaman dan disiplin saat bertahan.

Di sisi lain, Ola Aina tampil segar setelah menikmati liburan panjang tanpa Piala Dunia. Gagal membawa Nigeria lolos, ia mengisi waktu dengan paintball bersama Fikayo Tomori, menonton langsung turnamen tenis French Open dan Wimbledon, hingga mengunjungi sirkuit Grand Prix Inggris. Energi positif ini diharapkan terbawa ke lapangan.

Konflik dengan Palace dan Rencana Ekspansi City Ground

Di luar lapangan, pemilik Evangelos Marinakis kembali menjadi sorotan. Ia melayangkan aksi hukum terhadap Crystal Palace atas spanduk bernada menghina yang ditampilkan suporter lawan. Sementara itu, rencana ambisius memperbesar kapasitas City Ground dari 30.500 menjadi 52.500 kursi masih menunggu persetujuan dari dewan kota setempat. Proyek yang diperkirakan dimulai musim panas mendatang ini berjalan alot karena melibatkan pembongkaran properti di sekitar stadion.

Hubungan dengan suporter pun diuji. Kenaikan harga tiket, terutama untuk laga Eropa, sempat memicu protes dan penjualan tiket yang buruk. Forest akhirnya menurunkan harga dan membekukan harga musiman untuk meredakan ketegangan, meski kebijakan pecat-angkut pelatih Marinakis tetap menyisakan kritik.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top