BYD Racco vs Nissan Sakura: Kei Car Listrik Murah di Jepang, Baterai Besar Lawan Jaringan Luas

Penulis: Galih Prayoga  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:31:31 WIB
BYD Racco dan Nissan Sakura bersaing di segmen kei car listrik Jepang dengan strategi harga dan spesifikasi berbeda.

MALUKU UTARA — Persaingan mobil listrik mungil di Jepang memanas. BYD, pabrikan asal China, tidak main-main dengan langsung menerjunkan Racco ke segmen kei car listrik—pasar yang selama ini nyaris tanpa pesaing berarti bagi Nissan Sakura. Strategi ini menarik karena Racco datang dengan harga lebih agresif dan spesifikasi baterai yang jauh di atas kompetitornya.

Data harga resmi dari situs BYD Jepang menunjukkan Racco tersedia dalam dua varian: 300 Plus seharga 2.398.000 yen dan 300 Premium di angka 2.497.000 yen, keduanya sudah termasuk pajak. Jika dikonversi, banderolnya berada di kisaran Rp 268 juta hingga Rp 279 juta.

Sementara itu, Nissan Sakura yang dikutip dari situs resmi Nissan Jepang membanderol tiga varian: S 2WD mulai 2.448.600 yen (sekitar Rp 274 juta), X 2WD di 2.599.300 yen (sekitar Rp 290 juta), dan tipe tertinggi G 2WD seharga 2.998.600 yen (sekitar Rp 335 juta).

Soal Harga: Racco Lebih Murah di Semua Kelas

Perbandingan langsung menunjukkan keunggulan harga yang signifikan dari BYD. Varian termurah Racco, 300 Plus, dibanderol sekitar Rp 6 juta lebih murah dibandingkan Sakura S. Bahkan varian tertinggi Racco, 300 Premium, masih lebih murah sekitar Rp 11 juta dari Sakura X dan terpaut jauh sekitar Rp 56 juta dari Sakura G.

Artinya, dengan budget yang sama untuk membeli Sakura X, konsumen Jepang bisa membawa pulang Racco varian tertinggi dan masih punya sisa uang. Ini tekanan kompetitif yang nyata untuk Nissan.

Spesifikasi Baterai: Beda Kelas Jauh

Keunggulan Racco tidak berhenti di harga. Dari data resmi, Racco 300 Plus dan 300 Premium dibekali baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) berkapasitas 35,84 kWh dengan jarak tempuh hingga 320 km berdasarkan standar WLTC. Kapasitas ini hampir dua kali lipat milik Sakura.

Nissan Sakura hanya mengandalkan baterai lithium-ion 20 kWh dengan jarak tempuh maksimal 180 km (WLTC). Untuk pengisian cepat DC, Racco mampu menyerap daya dari 35,8 kW hingga 49,7 kW, sementara Sakura mentok di angka 30 kW.

Dalam konteks pemakaian harian di perkotaan Jepang yang padat, selisih jarak tempuh ini sangat terasa. Pemilik Racco punya ruang gerak lebih luas tanpa rasa cemas akan daya, sementara pemilik Sakura harus lebih disiplin merencanakan rute dan titik charging.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih

Meski spesifikasi Racco terlihat superior di atas kertas, ada faktor yang tidak tercantum di brosur. Nissan Sakura sudah beredar sejak 2022 dan membangun reputasi keandalan serta jaringan dealer dan bengkel resmi yang luas di Jepang. BYD sebagai pendatang baru masih harus membuktikan diri dalam hal layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan nilai jual kembali.

Baterai LFP milik Racco memang menawarkan siklus hidup lebih panjang dan biaya produksi lebih rendah, tetapi perilaku pengisian dayanya di musim dingin Jepang—faktor penting untuk mobil listrik—perlu diuji lebih lanjut. Nissan, dengan pengalaman panjang di teknologi baterai, punya data real-world yang lebih banyak.

Keputusan akhirnya kembali ke prioritas masing-masing. Jika yang dicari adalah jarak tempuh maksimal dan harga termurah, BYD Racco adalah pilihan paling rasional. Jika yang lebih diutamakan adalah ketenangan pikiran dengan ekosistem yang sudah teruji, Nissan Sakura tetap menjadi opsi yang sulit dikalahkan.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top