HALBAR — Sebanyak 45 pelajar terbaik dari berbagai sekolah di Halmahera Barat resmi menyandang status sebagai anggota Paskibraka setelah proses pengukuhan yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Bupati, Sabtu (15/8/2026). Mereka akan mengemban tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus mendatang.
Pengukuhan ini menjadi momen penting bagi para pelajar yang telah melalui seleksi ketat dan masa latihan panjang. Prosesi tersebut turut disaksikan Wakil Ketua II DPRD Halbar Herman Sidete, Sekda Julius Marau, Kepala Kantor Kemenag Halbar, Wakapolres Halbar Kompol Edi Susanto, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan orang tua anggota Paskibraka.
Djufri Muhamad menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan hanya agenda seremonial tahunan. Ia menyebut ada tanggung jawab besar yang kini melekat pada bahu ke-45 anggota Paskibraka tersebut.
"Hari ini adalah hari yang istimewa. Kalian bukan hanya dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka, tetapi juga menerima sebuah kepercayaan dan kehormatan untuk membawa nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Halmahera Barat," kata Djufri dalam sambutannya.
Di balik penampilan tegap dan seragam rapi yang mereka kenakan, ada kerja keras yang tidak terlihat. Djufri mengingatkan bahwa seluruh rangkaian latihan yang dijalani para anggota Paskibraka adalah bagian dari pembentukan mental dan kedisiplinan.
"Kalian telah melewati proses latihan yang tidak mudah. Ada rasa lelah, panas, disiplin, bahkan mungkin ada air mata. Namun, semua itu adalah bagian dari proses untuk membentuk kalian menjadi pribadi yang lebih kuat, bertanggung jawab, dan memiliki karakter," ujarnya.
Politikus Partai Nasdem itu secara khusus menyoroti kontribusi para orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka selama proses seleksi hingga pengukuhan. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi fondasi utama keberhasilan para siswa.
"Di balik keberhasilan anak-anak kita hari ini, ada doa, kasih sayang, dan pengorbanan orang tua yang tidak selalu terlihat. Anak-anak yang berdiri di hadapan kita hari ini adalah buah dari doa dan perjuangan bapak dan ibu," sambungnya.
Djufri berpesan agar para anggota Paskibraka tidak memaknai tugas mereka sekadar aksi seremonial di lapangan upacara. Ia mengingatkan bahwa setiap jahitan pada bendera yang akan dikibarkan menyimpan sejarah panjang perjuangan bangsa.
"Ketika nanti Sang Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang bendera, mungkin perhatian semua orang akan tertuju kepada kalian. Namun, ingatlah yang kalian kibarkan bukan sekadar sehelai kain berwarna merah dan putih," tegasnya.
"Di dalam Merah Putih ada sejarah, ada pengorbanan, ada darah dan air mata para pahlawan. Ada doa para orang tua, ada harapan generasi muda, dan ada masa depan bangsa Indonesia," lanjut Djufri.
Mantan anggota DPRD Halbar ini berharap nilai-nilai yang ditanamkan selama latihan tidak berhenti setelah upacara 17 Agustus usai. Ia meminta seluruh anggota Paskibraka menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari.
"Laksanakan tugas ini dengan hati yang tulus dan penuh tanggung jawab. Jadilah generasi yang disiplin ketika tidak ada yang mengawasi, jadilah generasi yang jujur ketika tidak ada yang melihat, jadilah generasi yang berani ketika berada dalam keadaan sulit, dan jadilah generasi yang tetap rendah hati ketika suatu hari nanti kalian berhasil," pungkasnya.