BMW Dealer di Kanada Rugi Rp 80 Juta Gegara Chatbot AI Salah Tawar Mobil Bekas X3

Penulis: Indra Firmansyah  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:47:31 WIB
Chatbot AI salah tawar BMW X3 bekas, dealer Kanada alami kerugian Rp 80 juta.

MALUKU UTARA — Zach Giacomelli berniat menjual BMW X3 2021 miliknya kembali ke dealer BMW Toronto, tempat ia membeli mobil tersebut pada 2023. Saat menghubungi dealer untuk urusan servis, ia justru mendapatkan penawaran dari “Quinn,” sebuah chatbot yang mengaku sebagai staf penjualan.

Tanpa sepengetahuan Giacomelli, “Quinn” bukanlah manusia. Chatbot tersebut menawarkan harga buyback sebesar 27.162,79 dolar Kanada atau setara Rp 319,6 juta. Angka itu persis dengan sisa cicilan yang masih ia tanggung.

Kesalahan Interpretasi Data oleh Sistem AI

Tawaran itu ternyata hasil kesalahan fatal. Manajer penjualan Scott Shadbolt menjelaskan bahwa chatbot salah mengartikan data utang Giacomelli sebesar 27.162,79 dolar Kanada sebagai jumlah yang harus dibayar dealer. Kesalahan komunikasi oleh staf manusia menjadi pemicu awal misinterpretasi data tersebut.

Tak lama setelah penawaran, seorang sales sungguhan menelepon Giacomelli dan menyatakan bahwa tawaran chatbot tidak berlaku. Dealer hanya bersedia membayar maksimal 20.000 dolar Kanada—selisih sekitar 7.000 dolar Kanada atau setara Rp 82,3 juta lebih rendah.

“Saya Bernegosiasi dengan Bot Tanpa Tahu”

“Saya merasa malu dan marah karena ternyata saya bernegosiasi dengan bot,” ujar Giacomelli kepada CBC News. “Jika mereka akan mengganti pekerjaan karyawan dengan AI, maka mereka harus menghormati apa yang dikatakan AI itu.”

Kasus ini menarik perhatian media setelah Giacomelli melaporkan kejadian tersebut. Setelah dihubungi CBC News, dealer akhirnya memutuskan untuk “berbuat benar” dengan mengembalikan tawaran awal sebesar 27.162,79 dolar Kanada.

Preseden Hukum di Kanada: AI Bertanggung Jawab

Di Kanada, perusahaan bisa dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan chatbot. Pada 2024, Air Canada dipaksa menghormati diskon tiket yang diberikan chatbot secara keliru kepada pelanggan. Seorang pengacara yang diwawancarai CBC News menilai bahwa meski Giacomelli belum menerima tawaran—ia sempat mengajukan harga lebih tinggi—chatbot telah mengatur pertemuan fisik dengan mengatakan “mari kita kunci hari ini jam 15.30.” Hal ini dinilai cukup sebagai indikasi kesepakatan.

Insiden ini menunjukkan risiko besar dari otomatisasi penjualan di diler. Kesalahan kecil dalam interpretasi data bisa berujung pada kerugian finansial yang signifikan. Bagi Giacomelli, pengalaman ini justru berakhir manis: ia mendapat harga jual yang lebih tinggi tanpa harus berdebat dengan sales manusia.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top