Danantara Pangkas Ratusan Entitas BUMN, Model Bisnis Krakatau Steel Sampai Telkom Dirombak Total

Penulis: Indra Firmansyah  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 15:42:31 WIB
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan pentingnya restrukturisasi bisnis BUMN secara menyeluruh.

MALUKU UTARA — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pendekatan lama yang hanya berfokus pada restrukturisasi keuangan sudah tidak relevan. Ia menginginkan perubahan yang lebih fundamental.

“Normally, kita melakukan financial restructuring. Saya bilang saya tidak mau hanya financial restructuring, saya mau business restructuring. Kita ubah, kita pastikan bahwa bisnisnya benar dulu, baru kita kasih inject equity jika mereka memerlukan,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Artinya, suntikan modal segar dari negara baru akan diberikan setelah model bisnis sebuah BUMN dinyatakan sehat dan tepat sasaran, bukan sekadar untuk menutup lubang utang.

Krakatau Steel Ditargetkan Untung Rp 5 Triliun, Telkom Pangkas Anak Usaha

Salah satu contoh konkret dari strategi ini adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Restrukturisasi perusahaan baja pelat merah itu tidak hanya menyentuh penjadwalan ulang utang, tetapi juga merombak total cara perusahaan berbisnis. Targetnya ambisius: Krakatau Steel harus membukukan laba sebesar Rp 5 triliun pada tahun ini.

Di sektor telekomunikasi, langkah perampingan juga berjalan cepat. BP BUMN bersama Danantara mempercepat streamlining di lingkungan Telkom Group. Jumlah anak usaha dipangkas drastis dari 67 perusahaan menjadi hanya 19 entitas pada akhir 2026.

“Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional,” kata Dony dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Pupuk Indonesia Susut Jadi 15 Entitas pada 2027

Tak hanya Krakatau Steel dan Telkom, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga masuk dalam daftar perusahaan yang wajid menjalani diet ketat. Dari total 57 entitas bisnis yang ada pada 2025, jumlah itu akan dipangkas menjadi 17 entitas di 2026, dan terus mengerucut hingga hanya tersisa 15 entitas pada 2027.

“Penyederhanaan entitas akan memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan,” ujar Dony dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).

Melalui struktur baru yang lebih ramping, Pupuk Indonesia diharapkan tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga lebih lincah bersaing. Target akhirnya adalah memperkuat kontribusi perusahaan dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan menggenjot pembangunan industri dalam negeri.

Langkah restrukturisasi besar-besaran ini menjadi sinyal bahwa era BUMN yang gemuk dan tidak terkelola dengan baik akan segera berakhir. Fokusnya kini bukan lagi pada jumlah perusahaan, melainkan pada profitabilitas dan relevansi bisnis di pasar.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top